Unduh Aplikasi

Proyek PLTA di Aceh Timur Masuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser

Proyek PLTA di Aceh Timur Masuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser
Rapat yang digelar Pemda Aceh Timur Terkait Pembangunan PLTA yang masuk dalam KEL. Foto: Mahyuddin.

ACEH TIMUR - Sebagian besar kawasan lahan yang masuk ke dalam Kawanan Ekosistem Leuser (KEL), rencananya akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Tampur II, yang berlokasi di DesaTampur, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur.

Pembangunan megaproyek yang rencananya akan dilaksanakan pembangunannya oleh PT Karmizu Tampur Hydro asal negara Cina. Bahkan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berkomitmen untuk mendukung proyek tersebut.

Asisten II Sekdekab Aceh Timur Usman Arahman, mengatakan pemerintah sangat mendukung proyek PLTA tersebut dengan dengan tidak mengenyampingkan hak masyakat maupun mahluk hidup yang terkena dampak dari proyek itu.

"Pembangunan proyek ini tentu berpengaruh, misalnya dari aspek lingkungan. Dampak positif proyek ini memang sangat besar begitu juga dampak negatif. Informasinya 4000 hektare lahan terpakai untuk proyek ini, dan hampir semua area yang digunakan adalah area Kawasan Ekosistem Leuser (KEL)," kata Usman Arahman, dalam diskusi yang digelar oleh Pemkab Aceh Timur, Kamis (25/1).

Masalah lingkungan, kata Usman, satwa yang ada di dalamnya akan terancam habitatnya, seperti gajah, orang hutan, harimau dan lainnya. Sehingga ini perlu penyelesaian, jangan sampai mereka terusik dan menjadi kokflik dengan manusia.

"Kemudian masalah sosial, penduduk disana benar-benar harus menjadi perhatian prioritas, jangan nanti penduduk disana menjadi penonton, walau tadi dikatakan proyek ini akan menampung tenaga kerja hampir 2 ribu orang, baik skill maupun non skill, jangan setelah berdiri masyarakat disana tidak dapat berkerja," ujarnya.

Sementara itu, Senior Project Manager PT Kamirzu Tampur Hydro, Dedi Setiadi menyebutkan proyek PLTA Tampur II ini sudah mendapat izin perinsip dari Gubernur Aceh dan Bupati Aceh Timur. Selanjutnya akan masuk dalam tahapan penyelidikan.

"Kami baru melaksanakan penyelidikan atau feasibility study, mencakup penyelidikan geologi tahap awal, fotograpi tahap awal, dan Hydrology tahap awal, ini masih dalam exsplorasi tahap awal, belum ada kegiatan fisik di lokasi. Penelitiaan selanjutnya berdasarkan permohonan izin dulu, karena beberapa izin harus dipenuhi baru melanjutkan penyelidikan lebih lanjut," jelas Dedi Setiadi.

Dedi mengungkapkan lokasi Proyek PLTA yang direncanakan tersebut meliputi Sungai Lesten, Desa Ampur Paloh, dan Tampu Bor, Kecamatan Simpang Jernih. PLTA Tampur II berkapasitas 40 megawat, penelitian ditargetkan selama lima tahun, dan baru memasuki tahap pembangunan kontruksi.

“Berdasarkan debit sungai yang kami teliti, proyek ini mampu menghasilkan 40 megawat, ini masih kecil dibandingkan proyek PLTA Tampur I di Gayo Lues. Setelah selesai penyelidikan ini, baru kami melakukan kegiatan penelitian secara fisik baik itu geologi potografi dan hidrology," ungkapnya.

Komentar

Loading...