Unduh Aplikasi

Proyek Pembangunan Jembatan di Pijay Terlantar, Ekonomi Warga Lumpuh

Proyek Pembangunan Jembatan di Pijay Terlantar, Ekonomi Warga Lumpuh
Proyek pembangunan jembatan dibiarkan terlantar. Foto: Muksal Mina

PIDIE JAYA - Proyek pembangunan jembatan penghubung antara Kecamatan Ulim dan Kecamatan Meurah Dua di desa Pulo Ulim, Kecamatan Ulim, Pidie Jaya, dibiarkan terlantar. Akibatnya, jembatan tersebut sama sekali tidak dapat dilalui, sehingga mengakibatkan perekonomian warga sekitar lumpuh.

Pantauan AJNN, Kamis (19/1), pengerjaan jembatan yang dibangun dengan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2017 dengan anggaran Rp 1,3 miliar lebih itu baru siap satu abutment. Namun kata warga sekitar, jembatan itu hampir dua bulan diterlantarkan tanpa ada lagi proses pembangunan.

Akibat dari mandeknya pembangunan jembatan itu, warga yang berjualan ikan di sekitar jembatan tersebut, hasil penjualannya menurun drastis.

"Sebelumnya kami yang berjualan disini bisa laku dari Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per hari. Namun setelah jembatan ini dibangun dan diterlantarkan seperti ini menyebabkan warga tidak bisa lagi melintas untuk membeli ikan di pasar ini. Dari itu, omset penjualan kami saat ini hanya laku paling tinggi Rp 600 ribu per hari," ujar salah seorang pedangan ikan yang berjualan dekat jembatan tersebut.

Tak hanya penjual ikan yang mengeluh. Terlantarnya jembatan tersebut juga berimbas kepada warga Gampong Pulo Ulim. Betapa tidak, selama jembatan itu tidak dapat dilalui, gampong itu dijadikan jalan artenatif.

"Jalan gampong kami yang belum beraspal digunakan terus menerus, ketika kenderaan lewat, jalan sangat berdebu. Dan itu sangat meresahkan warga kami," ujar Keuchik (kepala desa) Gampong Pulo Ulim, Jufli.

Sementara itu dikonfirmasi wartawan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pidie Jaya, Bahrum Bakti mengatakan pembangunan jembatan tersebut dilakukan oleh pihak provinsi. Namun jembatan tersebut bukan terlantar, tapi anggaran tahun 2017 hanya untuk membangun abutment.

"Saya sudah berkoordinasi dengan pihak di provinsi, jembatan itu bukan terlantar, tapi anggaran tahun 2017 hanya membuat abutment, sedangkan kelanjutan akan dikerjakan tahun ini," jelas Bahrum Bakti.

Komentar

Loading...