Unduh Aplikasi

Proyek Pembangunan Jalan Lingkar di Langsa Hamburkan Uang Negara

Proyek Pembangunan Jalan Lingkar di Langsa Hamburkan Uang Negara
Pembangunan jalan lingkar di Langsa. Foto: Asrul

LANGSA - Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah, menilai pengerjaan proyek pembangunan jalan lingkar di Langsa menghamburkan uang negara. Lembaga ini menemukan sejumlah jenis pekerjaan yang tidak wajar.

“Seperti pembangunan jembatan darurat menelan anggaran sebesar Rp 1 miliar. Padahal jembatan itu dibuat dari pohon kelapa" ujar Sayed Zahirsyah, Jumat (2/12). Jembatan darurat itu merupakan bagian dari pelaksanaan proyek pembangunan jalan lingkar.

Seharusnya, kata Sayed, ketimbang menghabiskan uang sebesar Rp 1 miliar, lebih baik dana itu dialihkan untuk pembangunan fasilitas umum lainnya yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Dia menilai pemerintah tak memiliki prioritas program untuk pembangunan daerah tersebut.

Menurut Sayed, masih banyak akses langsung yang bisa diperuntukkan terhadap kebutuhan masyarakat banyak. Masyarakat di areal relokasi penggusuran warga dari PJKA di Gampong Timbang, Langsa, misalnya, lebih membutuhkan fasilitas ini.

Proyek pembangunan jalan itu juga berdampak buruk bagi masyarakat yang dilintasi truk pengangkut tanah timbun. Jalan di Alur Rimueng jalan rusak. Masyarakat, kata Sayed, merasa sangat dirugikan dengan pembangunan ini.

Tahun depan, proyek pembangunan jalan lingkar dari Birem Puntong menuju Gampong Kapa tersebut kembali dianggarkan dengan nilai Rp 50 miliar. Tahun ini, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 36 miliar lebih yang bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Komentar

Loading...