Unduh Aplikasi

Proyek Pakan Gajah Diduga Bermasalah

Proyek Pakan Gajah Diduga Bermasalah
Pengumuman tender proyek pengadaan pakan gajah di LPSE Aceh. Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - Proyek pengadaan pakan gajah untuk lima Conservation Response Unit (CRU) di Aceh diduga bermasalah. Sebelumnya Pemerintah Aceh melalui Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2017 mengalokasikan dana sebesar Rp 900 juta untuk pakan gajah. Anggaran itu diberikan untuk lima dari tujuh CRU.

CRU adalah pusat pengendalian konflik gajah. Itu merupakan lokasi tempat gajah jinak dan pawang yang sehari-hari bertugas memantau dan menghalau gajah liar agar tidak masuk ke area perkebunan dan permukiman warga.

Dokumen spesifikasi teknis biaya pakan gajah untuk lima CRU di Aceh. Foto: Ist

Masalah pun muncul. Dari lima CRU itu, ada 19 ekor gajah jinak yang digunakan sebagai penengah konfik satwa. Gajah-gajah itu terancam kelaparan. Walaupun biaya pakan sudah dialokasikan oleh Pemerintah Aceh.

Tujuh CRU di Aceh yakni Serbajadi, Aceh Timur, Mane, Pidie, Woyla Timur, Aceh Barat, Sampoiniet, Aceh Jaya, DAS Peusangan, Bener Meriah, Cot Girek, Aceh Utara, dan Trumon, Aceh Selatan. Namun yang mendapatkan alokasi dari APBA hanya lima CRU.

Penelusuran AJNN di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Aceh, proyek pakan gajah untuk lima CRU dimenangkan oleh CV Berkah Mulya Bersama. Penetapan pemenang dilakukan pada 7 April 2017 dan teken kontrak 11 April 2017. Proyek itu berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh.

Lima CRU yang dialokasi dana itu yakni DAS Peusangan, Cot Girek, Serbajadi, Mane, dan Woyla Timur. Sementara dua CRU, Sampoiniet dan Trumon dibantu pihak swasta.

Kepala CRU Serbajadi Aceh Timur Nurmahdi Almasri menjelaskan selama ini pihaknya mendapatkan pasokan pakan dari pemerintah daerah. Tetapi, sejak Januari-Oktober 2017, gajah di CRU Serbajadi jadi belum pernah mendapatkan pasokan pakan.

"Kalau sekarang stok pakan untuk empat ekor gajah jinak di CRU Serbajadi hanya tersisa untuk satu bulan," ujarnya.

Isi dokumen spesifikasi teknis biaya pakan gajah untuk lima CRU di Aceh. Foto: Ist

Anehnya, Nurmahdi mengaku hanya sekali menerima dana dari perusahaan pemenang tender proyek pakan gajah itu. Bahkan pihaknya hanya menerima Rp 13 juta lebih pada bulan Agustus lalu.

“Bukan dalam bentuk pakan yang dikirim, tapi uang. Setelah pertimbangkan uang itu tidak jadi kami gunakan,” ungkap Nurmahdi.

Akibatnya, kata Nurmahdi, tim di CRU berinisiatif mengangon gajah ke hutan di sekitar CRU. “Tidak mungkin kami membiarkan gajah ini kelaparan. Kami sangat sayang pada gajah,” kata Mahdi.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo mengaku baru mengetahui persoalan tersebut. Ia berjanji akan menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh serta pihak perusahaan pemenang tender.

“Saya ingin pasokan pakan untuk gajah di lima CRU itu sesuai dengan spesifikasi yang telah diteken," kata Sapto.

Dari dokumen spesifikasi teknis pengadaan pakan gajah yang diperolah AJNN, jumlah pakan yang harus dipasok yakni pelepah kelapa 101.802 batang, tebu 53.580 batang, dan pisang 42.864 sisir. Disitu juga ditulis bahwa pakan tersebut harus bebas dari zat kimia, segar, dan bebas penyakit. Jadwal pasok yakni 4 hari sekali.

Isi dokumen spesifikasi teknis biaya pakan gajah untuk lima CRU di Aceh. Foto: Ist

Semetara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh Saminuddin B. Tou mengatakan pengadaan pakan gajah di CRU harus melalui kontraktual sesuai dengan peraturan yang berlaku. Setelah melalui proses pelelangan, kontrak dilakukan terhitung sejak 27 April hingga 31 Desember. Sesuai dengan permintaan leader CRU, pasokan pakan dilakukan setiap periode 4-6 hari sekali.

"Secara alami sebenarnya makanan gajah banyak tumbuh di hutan sekunder dan semak belukar. Gajah jinak biasa ditambat di tempat seperti itu. Jadi pakan yang dipasok itu lebih merupakan makanan tambahan untuk gajah jinak.

Sesuai dengan standar kebutuhan gajah yang direncanakan," kata Saminuddin B. Tou.

Selain itu, ia mengaku pada awalnya memang ada sedikit kendala mengangkut pakan ke lokasi CRU karena jalannya sulit dilewati, namun sekarang kondisi itu sudah bisa diatasi dan berjalan dengan normal.

"Sama sekali tidak benar isu yang mengatakan gajah jinak terancam kelaparan. Jadi, kalau ada pihak yang menginginkan agar pemasok pakan gajah itu minta ditangani kabupaten, silakan saja. Ikuti saja peraturannya, sudah ada ketentuan bagaimana cara pengadaan barang dan jasa di pemerintah," kata Saminuddi.

Hingga berita ini diunggah, AJNN belum mendapatkan konfirmasi dari pihak perusahaan pemenang tender tersebut.

IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...