Unduh Aplikasi

Proyek Multiyears Terminal Aceh Barat Mirip Bangunan Tua

Proyek Multiyears Terminal Aceh Barat Mirip Bangunan Tua
Unnamed (4), Foto : Darmansyah Muda
ACEH BARAT - Terminal tipe A yang dibangun di Desa Ujong Tanjong, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, terancam menjadi kandang ternak. Pasalnya, bangunan yang telah jadi dibangun pertengahan tahun 2015 itu terbengkalai begitu saja dan mirip seperti bangunan tua.

Dari pantauan AJNN, bangunan megah, yang berdiri diareal sekitar dua hektaran lebih ini, terlihat banyak unit-unit bangunannya rusak dan cat bangunan mengelupas. Seperti ruang-ruang yang diperuntukan untuk jasa loket angkutan, telihat gagang kunci pintu copot, bahkan kaca jendelanya juga pecah.

Lantai bangunan maupun area parkir kendaraan juga terlihat jorok, lantaran dipenuhi kotoran hewan, bagian taman juga ditumbuhi semak belukar.

Sekretaris Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi (Dishubtel) Aceh Barat, Ibnu Abas, kepada AJNN, Kamis (29/10) mengatakan, terminal itu merupakan proyek multiyears yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN), dengan nilai proyek Rp. 24 miliar.

Pembangunan terminal tersebut, kata Ibnu, dibawah pengawasan Satuan Kerja Pengembangan Lalulintas Angkutan Jalan Raya (Satker Pengembangan LLAJ) Dishubkomintel Aceh.

"Dimulainya sejak tahun 2009 dan baru rampung pertengahan 2015 ini, tapi untuk pintu gerbang juga belum selesai," kata Ibnu Abbas.

Menurut Ibnu Abbas, bangunan terminal itu masih menjadi milik pusat sepenuhnya, sedangkan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, hanya diberikan kewenangan operasional, sesuai dengan Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO) dari Satker Pengembangan LLAJ yang diterima dua bulan lalu.

Meski BASTO sudah diterima, pihak Dishubtel Aceh Barat belum dapat memfungsikan terminal tersebut, lantaran akses jalan menuju terminal masih sempit, sehingga tidak bisa dilintasi bus berbadan lebar.

"Untuk pelebaran jalan berdasarkan koordinasi yang kita lakukan dengan Dinas Bina Marga, kemungkinan tahun 2016 baru dimulai. Semoga saja 2016 sudah bisa kita fungsikan," ujarnya.

Menyangkut dengan beberapa bagian terminal yang telah rusak, pihaknya akan menyampaikan ke Satker Pengembangan LLAJ untuk segera direhab.

"Karena secara tanggung jawab biaya pemeliharan bangunan, masih menjadi tanggung jawab mereka," imbuhnya

|DARMANSYAH MUDA

Komentar

Loading...