Unduh Aplikasi

Proyek Jembatan Tanpa Plang Nama Langkahan Telan Korban

Proyek Jembatan Tanpa Plang Nama Langkahan Telan Korban
Mobil aceh utara
ACEH UTARA - Satu unit mobil barang (Mobar) pengangkut sawit, Mitsubishi Fuso, Cold, Nopol BL 9042 U, Selasa (20/10/15) malam menjadi korban proyek jembatan tanpa Plang Nama di Dusun Lubuk Muku, Kec. Langkahan, Kab. Aceh Utara.

Proyek jembatan yang dikerjakan oleh PT. Kuta Perkasa Aceh sudah mulai dikerjakan memasuki 1 Oktober 2015 lalu itu, selain tidak memasang papan nama proyek juga tidak memasang rambu-rambu peringatan terhadap proyeknya.

Akibatnya, Mobar milik warga setempat yang dikenderai oleh Syamsul (45) terjatuh ke sungai. Hal itu juga disebabkan kontraktor pelaksana proyek senilai Rp. 4 miliar lebih tersebut tidak membangun jalur alternatif untuk bisa dilintasi warga.

Menurut keterangan sopir di tempat kejadian perkara, Rabu (21/10/15)  mobarnya baru saja memuat sawit dan mengangkutnya ke Dusun Rampah desa yang sama dengan menyebrangi sungai Seureuke yang bersangkutan. Mobar yang bermuatan 8 ton sawit tersebut langsung tumbang dan terbalik ke dalam sungai saat melintas.

"Saya pulang muat sawit, seperti biasanya, saya pulang dulu ke rumah sebelum mengangkut sawit ke PKS. Saat mau melintas, saya sempat melihat, jembatan alternatif itu semakin parah karena telah diganggu menggunakan alat berat," kata Syamsul, seraya melanjutkan, saat ia mendaki jembatan kecil itu mobarnya langsung tumbang dan terjungkir balik selama beberapa kali ke dalam aliran air sungai (Krueng) Seureuke.

Didampingi warga yang juga selaku saksi saat kejadian, ia menceritakan kronoligis yang menimpanya. Saat kejadian tersebut, antara sadar tidak sadar, ia (Syamsul) secepatnya berhasil ditolong warga. Sementara mobar yang dikenderai telah kandas bersama dirinya ke dalam sungai yang kebutulan saja sedang meluap.

"Sopir sempat tejebak didalam mobil nyaris 5 menit, kami mengira dia sudah tidak tertulong, mobilnya baru bisa di angkat dari hingga 4 jam kemudian dari saat kejadian pada pukul 21.30 WIB," ujar saksi mata, M. Ali.

Dari kejadian tersebut, Syamsul mengalami luka-luka lecet disekujur tubuh. Sedangkan Mobar yang dikenderainya mengalami rusak berat.

"Saya juga kehilangan satu buah Hp Nokia 206 dan uang tunai Rp. 1,6 Juta, saya menuntut ganti rugi dari kontraktor," tegasnya.

Ia menambahkan, pihak kontraktor sengaja tidak membuat jembatan alternatif. Mereka hanya akan menggunakan jembatan lama saja.

“Kita sebelum-sebelumnya telah melaporkan juga ke Mapolsek, kalau kita, tidak membangun jembatan alternatif, kita lebih cendrung memanfaatkan jembatan lama,” imbuhnya

Pihak kontraktor diruangan tunggu Polsek Langkahan membenarkan, belum adanya plang proyek dan belum memasang rambu peringatan proyek. Terkait dengan pembangunan jembatan alternatif.

“Kami memburu waktu, sehingga belum sempat memasang papan nama proyek juga rambu-rambu,” cetus Bondan selaku petugas lapangan PT. Kuta Perkasa Aceh.

|EFENDI NURDIN

Komentar

Loading...