Unduh Aplikasi

Proyek Jembatan Rangka Baja di Agara, Sejumlah Baut Tak Terpasang

Proyek Jembatan Rangka Baja di Agara, Sejumlah Baut Tak Terpasang
Baut tidak terpasang di Jembatan Rangka Baja Lawe Alas - Engkeran. Foto: AJNN/Riki Okta

ACEH TENGGARA - Proyek jembatan penghubung Lawe Alas - Engkeran, di Kabupaten Aceh Tenggara, yang dibangun dengan mengahabiskan anggaran Rp 9,8 miliar dipertanyakan kualitasnya. 

Pasalnya pantauan AJNN di jembatan yang sudah selesai pengerjaan tersebut, terlihat belasan baut tidak terpasang mur pada besi welling dan dibeberapa titik trust jembatan tersebut terlihat sejumlah baut juga tidak terpasang. 

Diketahui pembangunan jembatan rangka baja Lawe Alas-Engkeran, (lanjutan-III) dengan nilai kontrak Rp 9,3 miliar dan nomor kontrak ADD.1 senilai Rp 7,5 miliar (rasionalisasi anggaran) dikerjakan oleh CV Budi Mulia. Anggaran tersebut bersumber APBK DOKA 2020. 

Informasi yang diterima, proyek tersebut selesai dikerjakan pada Desember 2020. Kemudian sudah dilakukan serah terima barang atau PHO pada Januari 2021. Sementara masa pemeliharaanya sampai dengan Juli 2021. 

Dekan Fakultas Teknik Sipil Universitas Gunung Leuser Kutacane, Harun Hasyid, ketika dimintai tanggapan terkait kondisi jembatan yang tidak terpasang baut pada trust dan relling menjelaskan secara akademis hasil pemasangan rangka sudah sesuai teknis.

Namun, ia menyarankan agar baut sambungan rangka yang belum terpasang agar dipasang sebelum jembatan difungsikan. Pasalnya ini akan berpengaruh pada kualitas jembatan ketika difungsikan, bisa-bisa jembatan akan bergeser ketika ada beban berat atau ketika angin dan gempa.

“Pada saat beban penuh ketika jembatan difungsikan nanti, bila tidak dipasang baut akan berpengaruh bagi beban penuh dan daya horizontal seperti angin dan gempa,” kata Harun Hasyid kepada AJNN, Kamis (25/3).

Pantauan dirinya di lapangan, keamanan sambungan sudah dibuat tiga kali lipat dari yang sebenarnya. Namun untuk antisipasi ada angin dan gempa melebihi dari biasanya, sebaiknya segera dipasang baut yang belum terpasang dari volume saja.
 
“Jangan kurang, karena ada tiga baut yang belum terpasang pada trust,” jelas lulusan Megister Teknik USU itu.

"Untuk baut yang berkarat sebaik-baiknya diganti sebelum jembatan berfungsi," tambah Harun Harasid.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), proyek tersebut, Mustafa, mengaku akan segera merintahkan rekanan untuk memasang baut yang belum terpasang dan mengganti baut yang berkarat.

"Saya akan perintahkan rekanan untuk memasang baut yang belum terpasang dan mengganti baut yang berkarat," kata Musatafa.

|RIKI OKTA

HUT Pijay

Komentar

Loading...