Unduh Aplikasi

Proyek Jalan Rp 1.1 Miliar Amblas, GeRAK: Perencanaan Yang Gagal

Proyek Jalan Rp 1.1 Miliar Amblas, GeRAK: Perencanaan Yang Gagal
Jalan ambles di Gampong Ujong Pacu. Foto: Ist

LHOKSEUMAWE – Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani menanggapi terkait proyek pembangunan jalan senilai Rp 1.148.000.000 yang amblas usai dibangun dua pekan lalu.

“Kalau kita merujuk pada perencanaan, maka pembangunan jalan ini masuk katagori gagal perencanaan atau gagal kontruksi,” kata Askhalani kepada AJNN, Jumat (1/11).

Askhalani menambahkan, sebelum pembangunan jalan dilaksanakan, harusnya ada kajian keseluruhan, terhadap persyaratan teknis jalan dan kriteria perencanaan teknis jalan, sebagaimana PMPU (peraturan menteri pekerjaan umum) nomor 19/PRT/M/2011.

Baca: Proyek Jalan Rp 1,1 Miliar di Lhokseumawe: Baru Selesai Sudah Amblas

“Pada pasal 7 dalam PMPU itu, secara utuh menyebutkan bahwa persyaratan teknis jalan menjadi kewajiban yang harus diperhitungkan. Termasuk pengerasan pada bahu jalan yang dibangun,” ujarnya.

Sambungnya, kalau melihat dari kontruksi jalan yang amblas tersebut, menunjukan adanya perencanaan yang tidak dihitung secara baik pada saat kegiatan ini diusulkan.

“Dan ini memberikan bukti, bahwa perencanaan atas pekerjaan ini tidak dilakukan secara matang,” tuturnya.

Askhalani juga menyampaikan, jika gagal perencanaan, maka yang terjadi adalah akan menimbulkan dampak, kalau proyek ini masih dalam tahapan pemeliharaan maka menjadi kewajiban bagi kontraktor untuk memperbaiki ulang.

“Akan tetapi jika tidak dilakukan perbaikan dan dibiarkan, maka penyidikan dapat dilakukan oleh APIP (aparat pengawasan intern pemerintah) atau inspektorat untuk menghitung kerugian atas pembangunan yang gagal kontruksi itu. Sehingga ini menjadi salah satu cara untuk melanjutkan proses penyidikan oleh aparat penegak hukum,” ucapnya.

Dikabarkan sebelumnya, jalan penghubung antar desa di Gampong Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe kembali ambles. Akibat kerusakan jalan lebih kurang 50 meter tersebut, mengancam keselamatan pengendara yang melintasi kawasan itu.

Pada pamflet proyek yang terpajang di areal jalan itu bertuliskan, pembangunan bersumber dari APBK Kota Lhokseumawe tahun 2019, senilai Rp 1.148.000.000 dengan tanggal kontrak hingga 5 Agustus 2019.

Komentar

Loading...