Unduh Aplikasi

LIPUTAN KHUSUS PROYEK GARAM DI PIJAY 2019

Proyek Garam di Gampong Grong-Grong Capa: Dalam Kontrak Tidak Ada Pengerjaan 20 Tunnel

Proyek Garam di Gampong Grong-Grong Capa: Dalam Kontrak Tidak Ada Pengerjaan 20 Tunnel
Kontrak CCO. Foto: AJNN/Muksal

PIDIE JAYA - "Kami sudah mengerjakan proyek garam di Gampong Grong-grong Capa sesuai kontrak," buka Muhammad Ridha selaku penaggungjawab Cv Syabil Utama kepada AJNN, Senin (8/6) malam.

Dijelaskan, berdasarkan kontrak pekerjaan pemasangan meja kristal di gampong tersebut sebanyak 325 unit. Namun karena tidak cukup lahan, item itu dilakukan Contract Change Order (CCO), sehingga pemasangan meja kristal hanya dikerjakan 295 unit.

"Memang terjadi pengurangan di meja kristal yang seyogyanya 325 unit, kami pasang 295 unit. Dan ini berdasarkan lahan yang disediakan. Pengurangan ini telah dilakukan CCO, dan ada kontrak CCO nya, sehingga kami tetap dibayar sejumlah yang dipasangkan," jelasnya.

Hasil CCO dari 325 ke 295 dialihkan untuk item lainnya, seperti pompa air, selang, pipa. Dan sebagiannya lagi dialokasikan untuk galian tanah biasa.

"CCO ini harganya sudah balance," ujarnya.

Terkait tunnel, lanjut Ridha, pihaknya juga telah melakukan pemasangan sesuai kontrak, yakni sebanyak tujuh tunnel. Tujuh tunnel itu dipasang diantara 295 meja kristal tersebut.

Baca: Sejumlah Item Belum Lengkap Dikerjakan di Gampong Grong-grong Capa

Berdasarkan kontrak, tidak ada pemasangan tunnel sebanyak 20 unit seperti pada berita acara serah terima antara Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie Jaya Ketua Kelompok Garam Gampong Grong-grong Capa.

Untuk biaya pemasangan tujuh tunnel itu, per unit Rp 1.550.000. Sementara harga tunnel yang tertera pada berita acara serah terima tersebut, Tunnel Garam 10 unit Rp 107.950.000, dan Pengadaan Tunnel Garam Kecamatan Ulim 10 unit Rp 107.985.000.

Artinya, dari 20 unit tunnel berdasarkan berita acara serah terima tersebut, yang dipasang oleh rekanan hanya tujuh unit. Pemasangan tujuh tunnel sudah sesuai berdasarkan data CCO yang diperoleh AJNN. Jika diakumulasi, kekurangan 13 tunnel itu mencapai Rp 140 juta lebih.

Diketahui, geomembran dan tunnel disediakan oleh pihak DKP Pidie Jaya yang dilakukan melalui pengadaan barang e-katalog.

"Geomembran dan tunnel disediakan oleh dinas. Masalah informasi tunnel, kami ikut sesuai volume yang ada di kontrak, kami pasang sebanyak tujuh unit, sekalipun ada isu yang berkembang lebih dari itu, yang jelas kami ikut volume kontrak, dan kami telah melaksanakan sesuai aturan," jelasnya menegaskan.

"Masalah meteran listrik, itu memang tidak dialokasikan dananya dalam kontrak kami. Mungkin ada perjanjian lisan antara pihak dinas dengan kelompok, dan itu diluar tanggungjawab kami sebagai rekanan," tambahnya.

Cv Syabil Utama adalah perusahaan yang mengerjakan proyek garam di Gampong Grong-grong Capa, dengan nilai kontrak Rp 702.561.776.

Baca: Proyek Garam Rp 8 Miliar di Pidie Jaya Tak Bermanfaat

Sebelumnya diberitakan, Keuchik Gampong Grong-grong Capa, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya, Sabarni mengatakan masih terdapat sejumlah item yang belum dikerjakan pada proyek Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) tahun 2019 di gampong tersebut.

Gampong Grong-grong Capa adalah salah satu gampong dari enam gampong yang dibangun pugar melalui dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2019 yang mencapai Rp 8 miliar.

Dilihat AJNN dari laman LKPP, proyek rekonsiliasi/integrasi pengaraman di Gampong Grong-grong Capa dengan nilai sebesar Rp 718 juta. Namun, Sabarni menyebutkan, saat serah terima proyek tersebut dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie Jaya, yang ia tanda tangan sebesar Rp 1.2 miliar lebih.

Dari anggaran sebesar itu, terdapat item-item yang belum lengkap dikerjakan, seperti pembangunan 26 meja kristal dan 13 meja tunnel.

Namun saat serah terima barang negara kepada kelompok di gampong itu, pihak DKP, kata dia, berjanji kekurangan itu akan segera dibangun dalam waktu dekat, tetapi hingga kini kekurangan itu tak juga kunjung dikerjakan.

"Saat saya menandatangani berita acara serah terima tercantum Rp 1.2 miliar lebih. Dan ada item yang belum dikerjakan, yaitu 26 meja kristal dan 13 tunnel. Pihak dinas berjanji sisa meja kristal dan tunnel akan segera dikerjakan, tapi sampai saat ini pihak dinas belum mengerjakannya," kata Sabarni kepada AJNN, Selasa (2/6).

Sekedar untuk diketahui, saat ini meja-meja kristal yang dibangun pada tahun 2019 di Gampong Grong-grong Capa kebanyakan telah dibongkar, sebab dinilai tidak bermanfaat.

Komentar

Loading...