Unduh Aplikasi

Proyek Aplikasi PIKA Rp 1,3 Miliar, Kejari Periksa Kadisperindagkop Abdya

Proyek Aplikasi PIKA Rp 1,3 Miliar, Kejari Periksa Kadisperindagkop Abdya
Kantor Kejari Abdya. Foto: KBA.One

ACEH BARAT DAYA - Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menghabiskan anggaran mencapai Rp 1,3 miliar lebih untuk membuat aplikasi sistem informasi terpadu PIKA.

Dilihat dari website sirup.lkpp.go.id, Disperindagkop Abdya menggunakan anggaran tahun 2020, dengan nama paket pembangunan sistem informasi terpadu pusat industri kreatif Abdya (PIKA) yang pagu anggaran Rp. 1.350.000.000.

Menurut Informasi yang didapatkan AJNN, Kabid Industri sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disperindagkop Abdya, Ghazali sudah dilakukan pemeriksaan oleh Polres Aceh Barat Daya dan Kejaksaan Negeri (Kejari) kabupaten setempat.

"Kabarnya sudah dipanggil PPK Disperindagkop Abdya oleh Kejari dan Polres," kata sumber AJNN yang tidak ingin disebut namanya.

Saat dihubungi AJNN, Kasat Reskrim Polres Abdya, AKP Erjan Dasmi membantah kalau pihaknya sudah memanggil PPK Disperindagkop Abdya.

Baca: Proyek Aplikasi PIKA Diduga Langgar Aturan E-commerce

"Ngak, kasus itu sudah ditangani Kasi Pidsus Kejari Abdya, jadi tanya saja ke mereka," kata AKP Erjan, kepada AJNN, Minggu (17/1).

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Abdya, Riki Guswandri mengatakan, bahwa PPK Disperindagkop Abdya belum dilakukan pemeriksaan. Namun, untuk Kadis Perindagkop sudah dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan.

"PPK belum diperiksa, cuma antar berkas saja baru, tapi kadis sudah saya panggil dan sudah diperiksa," kata Riki Guswandri, saat dihubungi dari Banda Aceh.

Menurut Riki Guswandri, saat ini Kejari Abdya juga masih dalam pengumpulan data, bahkan beberapa saksi juga sudah ikut diperiksa.

"Masih pengumpulan data dan bahan, saksi juga baru beberapa orang, tapi dokumennya sudah sama kita," tutupnya.

Komentar

Loading...