Unduh Aplikasi

Proyek Aplikasi PIKA, Kejari Abdya Periksa Rekanan

Proyek Aplikasi PIKA, Kejari Abdya Periksa Rekanan
Kantor Kejari Abdya. Foto: KBA.One.

ACEH BARAT DAYA - Proyek pengadaan aplikasi sistem informasi terpadu PIKA di Aceh Barat Daya terus bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Proyek yang menghabiskan anggaran Rp1,3 miliar itu berada di bawah Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop).

Pada Senin (1/3) kemarin, Kejaksaan Negeri kabupaten berjulukan breuh sigupai itu juga sudah memeriksa rekanan dalam proyek pembuatan aplikasi PIKA yang menggunakan APBK tahun 2020.

Baca: Proyek Aplikasi PIKA, Kejari Abdya Kembali Periksa PPK Disperindagkop

Saat dihubungi AJNN, Kejari Abdya, Nilawati mengungkapkan, pihaknya terus melakukan penyelidikan terhadap proyek aplikasi PIKA senilai Rp 1,3 miliar

"Kemarin sudah diperiksa rekanan, kita masih dalam tahap penyelidikan, masih mengumpulkan data baik meminta dokumen maupun meminta keterangan," kata Nilawati, kepada AJNN, Kamis (4/3).

Seperti diketahui, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menghabiskan anggaran mencapai Rp 1,3 miliar lebih untuk membuat aplikasi sistem informasi terpadu PIKA.

Dilihat dari website sirup.lkpp.go.id, Disperindagkop Abdya menggunakan anggaran tahun 2020, dengan nama paket pembangunan sistem informasi terpadu pusat industri kreatif Abdya (PIKA) yang pagu anggaran Rp. 1.350.000.000.

Dalam pengerjaan proyek tersebut, tender dimenangkan oleh PT Karya Generus Bangsa yang beralamat Centennial Tower Lt 29 Unit D-E Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 24-25 Kel Karet Semanggi Kec. Setiabudi Kota Adm. Jakarta Selatan Prop. DKI Jakarta.

Menurut informasi yang didapatkan AJNN, pengelolaan website Toko Online PIKA ditunjuk Central Creatif Industri of Abdya (CCIA) oleh Disperindagkop Abdya.

HUT Pijay

Komentar

Loading...