Unduh Aplikasi

Proyek Aplikasi PIKA, Kejari Abdya Kembali Periksa PPK Disperindagkop

Proyek Aplikasi PIKA, Kejari Abdya Kembali Periksa PPK Disperindagkop
Kantor Kejari Abdya. Foto: KBA.One

ACEH BARAT DAYA - Proyek pengadaan aplikasi sistem informasi terpadu PIKA di Aceh Barat Daya terus bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Proyek yang menghabiskan anggaran Rp1,3 miliar itu berada di bawah Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop).

Selain memeriksa Kepala Disperindagkop, Pokja dan Ahli IT, Kejaksaan Negeri (Kejari) Abdya juga sudah melakukan penyelidikan terhadap Kabid Industri sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disperindagkop Abdya, Ghazali.

Baca: Proyek PIKA Abdya, Kejari Periksa Pokja dan Ahli IT

"PPK sudah diperiksa hari ini," kata Kasi Pidsus Kejari Abdya, Riki Guswandri, kepada AJNN, Selasa (16/2).

Seperti diketahui, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menghabiskan anggaran mencapai Rp 1,3 miliar lebih untuk membuat aplikasi sistem informasi terpadu PIKA.

Dilihat dari website sirup.lkpp.go.id, Disperindagkop Abdya menggunakan anggaran tahun 2020, dengan nama paket pembangunan sistem informasi terpadu pusat industri kreatif Abdya (PIKA) yang pagu anggaran Rp. 1.350.000.000.

Dalam pengerjaan proyek tersebut, tender dimenangkan oleh PT Karya Generus Bangsa yang beralamat Centennial Tower Lt 29 Unit D-E Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 24-25 Kel Karet Semanggi Kec. Setiabudi Kota Adm. Jakarta Selatan Prop. DKI Jakarta.

Menurut informasi yang didapatkan AJNN, pengelolaan website Toko Online PIKA ditunjuk Central Creatif Industri of Abdya (CCIA) oleh Disperindagkop Abdya.

Saat dihubungi AJNN, Kepala Disperindagkop Abdya, Firmansyah membenarkan bahwa pembuatan website Toko Online PIKA mencapai Rp 1,3 miliar lebih.

"Ia memang segitu, karena membangun sebuah apliaksi itu kan memang mahal," kata Firmasnsyah, saat dihubungi dari Banda Aceh, Selasa (15/12).

Firmansyah menjelaskan, anggaran tersebut digunakan untuk jasa pembuatan aplikasi, selain itu anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan hardware dan server pendukung aplikasi PIKA.

Komentar

Loading...