Unduh Aplikasi

Protes Pemukulan oleh TNI AU, Jurnalis Banda Aceh Gelar Aksi

Protes Pemukulan oleh TNI AU, Jurnalis Banda Aceh Gelar Aksi
BANDA ACEH - Puluhan jurnalis yang bertugas di Kota Banda Aceh menggelar aksi dan doa bersama di depan Masjid Raya Baiturrahman, Jumat (19/8). Aksi tersebut bertujuan mengutuk aksi kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum TNI Angkatan Udara terhadap dua wartawan di Medan, Sumatera Utara.

Aksi damai itu berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB. Para jurnalis juga membawa berbagai spanduk yang bertuliskan kecaman terhadap kelakuan oknum TNI AU yang telah menganiaya dua wartawan di Medan, yakni Array Argus (Tribun Medan), dan Andri Safrin (MNC TV).

Koordinator Aksi Afifuddin Acal mengatakan aksi ini dilakukan untuk meminta Panglima TNI untuk segera turun dan melakukan investigasi di lapangan, terkait dengan penganiaya terhadap dua jurnalis tersebut.

"Apabila terbukti, maka seluruh oknum TNI AU yang terlibat harus segera diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Bila perlu oknum tersebut segera dipecat," kata Afifuddin Acal.

Pemecatan kata Afidfuddin merupakan solusi agar menjadi pelajaran bagi pihak-pihak lain untuk tidak melakukan kekerasan terhadap jurnalis dan masyarakat.

"Kami minta dipecat oknum tersebutm agar bisa menjadi pelajaran bagi pihak-pihak lain untuk tidak melakukan kekerasan terhadap jurnalis. Kami bekerja dilindungi oleh undang-undang," ungkap Afid.

Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Kota Banda Aceh Adi Warsidi mengatakan, pemukulan terhadap Array dan Andri menambah deretan panjang kasus kekerasan terhadap wartawan di Indonesia. Aksi main hakim sendiri ini melanggar Undang-undang No 40/1999 tentang Pers. Dalam Pasal 18 ayat (1) disebutkan bahwa setiap orang yang melawan hukum dengan menghambat atau menghalang-halangi pekerjaan jurnalis dikenai hukuman dua tahun penjara atau denda Rp500 juta.

"Kasus pemukulan ini tidak bisa ditoleransi dengan alasan apa pun. Semua pihak, terutama aparat yang mengerti hukum, seharusnya tidak main pukul terhadap wartawan dan warga. Selesaikan kasus ini secara hukum. Kami menuntut agar Polisi Militer bisa menindak dan menangkap anggota TNI AU yang melakukan pelanggaran hukum dan pemukulan terhadap jurnalis,” kata Adi Warsidi.

Usai menyampaikan orasi secara bergantian, para jurnalis juga membacakan doa bersama, supaya TNI AU dan semua kalangan agar tidak menganiaya atau menghalangi jurnalis dalam meliput.

Komentar

Loading...