Unduh Aplikasi

Program Refocusing DKP Diduga Dimonopoli  Satu Rekanan, Ini Penjelasan KPA

Program Refocusing DKP Diduga Dimonopoli  Satu Rekanan, Ini Penjelasan KPA
Suasana ruang kerja KPA Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Jum'at 16 Oktober 2020.Foto: Ist

BANDA ACEH - Salah satu dokumen berupa daftar  pelaksanaan kegiatan Refocusing untuk dampak ekonomi di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh mencapai Rp 21,3 miliar.

Bahkan, menurut informasi yang didapatkan AJNN, dari kegiatan refocusing untuk dampak ekonomi senilai Rp 15 miliar akan dikelola oleh satu rekanan bernama Wahyu.

Baca: Temuan BPK, Rp 141 Miliar Bantuan Hibah pada DKP Aceh Tak Sesuai Aturan

Saat dihubungi AJNN, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) DKP Aceh, Aliman mengaku tidak mengetahui jumlah anggaran yang dianggarkan dalam kegiatan refocusing.

"Nilai tidak tau saya, kalau nilai orang pogram yang lebih tau," kata Aliman kepada AJNN, Rabu (21/10).

Terkait anggaran refocusing akan dikelola oleh satu rekanan, Aliman menjelaskan, bahwa saat ini belum ada kontrak satu pun dengan pihak rekanan. Bahkan, saat ini DKP Aceh masih dalam penyiapan dokumen.

"Tidak benar itu, ngak mungkinlah,  karena itu masih berjalan, belum ada kontraknya, masih dalam penyiapan bahan," ucap Aliman.

Saat ini, serapan anggaran khusus refocusing di Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh masih nol persen. Pasalnya, menurut Aliman, Dinas Kelautan dan Perikanan masih dalam penyiapan bahan dan dokumen.

Baca: Kejati Dalami Dugaan Penyimpangan Dana Hibah di DKP Aceh

Sementara itu, Wahyu yang diduga rekanan mengaku tidak mengetahui terkait rekanan yang akan mengelola anggaran refocusing di DKP Aceh

"Tidak tau, cobak tanyak ke dinas langsung," sebut Wahyu saat dihubungi AJNN.

Wahyu menilai, tidak mungkin ia dapat mengelola anggaran tersebut, terkecuali ia merupakan seorang gubernur atau kepala dinas.

"Tidak mungkin dikelola sendiri, kecuali saya gubernur atau kepala dinas baru bisa," tutupnya.

Adapun kegiatan yang bersumber dari program Refocusing tersebut terdiri dari 60 kegiatan yang terdiri dari 247 sub kegiatan. 

Kegiatan tersebut diantaranya penerapan cara  budidaya Ikan yang baik di kawasan klaster komoditi unggulan perikanan budidaya terdiri dari 13 kegiatan yang tersebar di 6 kabupaten dan kota yaitu Banda Aceh 1 kegiatan, Aceh Besar 1 kegiatan, Pidie 3 legiatan, Pidie Jaya 4 kegiatan, Aceh Utara 3 kegiatan dan Bener Meriah 1 kegiatan.

Selanjutnya kegiatan gerakan budidaya ikan di pekarangan dalam menghadapi krisis pangan dunia di kabupaten untuk 100 kepala keluarga sebanyak 10 kegiatan yang tersebar di 1 kota dan 9 kabupaten. Kemudian kegiatan penerapan teknologi budidaya ikan sistem bioflok 23 kegiatan, tersebar di satu kota dan tiga kabupaten. 16 diantaranya dilaksanakan di Aceh Besar.

Kegiatan lainnya yaitu Pengembangan sarana dan prasarana budidaya ikan air tawar 9 kegiatan yang dilaksanakan di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Lalu kegiatan penerapan cara budidaya ikan yang baik di kawasan klaster perikanan. Budidaya ikan air payau terdiri dari 14 kegiatan yang tersebar 9 kabupaten.

Berikut daftar  pelaksanaan kegiatan Refocusing untuk dampak ekonomi di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh:

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...