Unduh Aplikasi

Program Pengembangan Tembakau di Bener Meriah Diduga Berpotensi Korupsi

Program Pengembangan Tembakau di Bener Meriah Diduga Berpotensi Korupsi
Korupsi dana, Foto : Kabarsumatera
BANDA ACEH - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bener Meriah (GEMA-BM) melaporkan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bener Meriah ke Polres setempat atas dugaan tindak pidana korupsi pengembangan tanaman tembakau rakyat tahun 2013 dan 2014.

Koordinator GEMA-BM Fakhruddin kepada AJNN mengatakan, kasus tersebut diduga telah merugikan negara sebesar Rp. 869.619.010.00 dalam dua tahun.

Dijelaskan Fakhruddin, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan di lapangan, realisasi program pengembangan tembakau itu tak sesuai dengan spesifikasi yang ada. Dinas Perkebunan dan Kehutanan selaku Kuasa Pengguna Anggaran program tersebut.

"Pada tahun 2013, anggaran yang dihabiskan untuk pengadaan bibit tembakau, sarana dan prasarana tembakau hanya sekitar 80 juta rupiah saja, dan itu sudah termasuk dengan uang binaan kepada kelompok tani yang berjumlah 100 anggota. Kami memperkirakan kerugian negara sekitar 400 juta lebih pada tahun itu," katanya.

Kemudian,tahun 2014, pemerintah kabupaten kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp.334.222..427,00 lanjutan program pengembangan tanaman tembakau rakyat, namun tidak ada realisasinya kepada masyarakat.

"Kita menduga untuk tahun 2014 itu program fiktif, realisasinya tidak ada tapi laporannya ada," kata Fakruddin saat dihubungi AJNN, Selasa (27/10) siang.

Ia menyebutkan, total anggaran yang dialokasikan untuk program pengembangan tanaman tembakau rakyat itu dari 2013 dan 2014 sebesar Rp.921.619.010.00. dan bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Ia menambahkan, laporan terkait kasus tersebut, sudah ditangani Polres setempat yang kini masih dalam tahap pengembangan.

"Kami akan terus mengawal kasus tersebut sampai tuntas, kita berharap pihak kepolisian bekerja profesisonal dalam mengusut kasus dugaan korupsi tersebut,"katanya.

|NAZAR AHADI

Komentar

Loading...