Unduh Aplikasi

Prof Farid Wajdi Ibrahim Terpilih sebagai Ketua MAA Periode 2021-2025

Prof Farid Wajdi Ibrahim Terpilih sebagai Ketua MAA Periode 2021-2025
Ketua MAA, Prof Farid Wajdi. Foto: Ist

BANDA ACEH -  Prof Farid Wajdi Ibrahim terpilih sebagai Ketua Lembaga Majelis Adat Aceh (MAA) periode 2021-2025 dalam Musyawarah Besar (Mubes) yang digelar di Aula Hotel Grand Nanggroe, Jumat (27/11).

Dalam Mubes itu, Prof Farid Wajdi Ibrahim memperolah 23 suara setelah unggul atas calon lainnya Tgk. Yusdedi yang memperoleh sebanyak 13 suara.

Usai terpilih, Prof Farid Wajdi mengungkapkan, pihaknya akan berusaha lebih efektif dalam menjalankan tugas dan mengatasi masalah adat yang ada di Aceh.

"Alhamdulillah ini sudah dilakukan pemilihan, untuk kemarin MAA hanya memilki Plt berturut dua kali. Inikan definitif nanti Insya Allah, mulai 2021-2025 kita akan bekerja secara efektif dan yang kemaren terganggu dengan kondisi Covid-19. Mudah-mudahan kedepan lebih banyak kegiatan yang bisa kita lakukan," kata Prof Farid Wajdi, kepada AJNN, Jumat (27/11).

Mantan Rektor UIN Ar-Raniry itu mengatakan, kedepan pihaknya akan melakukan kegiatan pembinaan, melestarikan dan mengembangkan adat istiadat di Aceh, sebab Adat merupakan salah satu tanda keistimewaan Aceh.

"Kita akan melakukan pembinaan, melestarikan, melestarikan dan mengembangkan adat istiadat yang ada di Aceh. Dan itu merupakan suatu keistimewaan yang diberikan oleh Pemerintah Aceh, dan juga sudah sangat merakyat, dan adat ini bukan hal baru," tuturnya.

Setelah dilantik nanti, kata Prof Farid Wajdi, ia akan berusaha meyakinkan masyarakat Aceh untuk menghargai adat, terutama generasi muda yang sudah terlanjur terjerumus dengan adat dan budaya dari luar.

Lanjutnya, adat Aceh merupakan adat yang sesuai dengan syariat Islam, tidak bertentangan, sehingga ia berharap adat harus menjadi identitasnya rakyat Aceh.  

"Identitas setiap orang itu ada, bukan kita saja, kita dengan adat kita, mereka dengan adat mereka. Jadi adat kita ini identitas ke Acehan dalam semuanya," tutup Prof Farid Wajdi.

Komentar

Loading...