Unduh Aplikasi

Produk Berbahan Sampah Ditampilkan pada Pameran UMKM 2019 Kodim Aceh Utara

Produk Berbahan Sampah Ditampilkan pada Pameran UMKM 2019 Kodim Aceh Utara
Pemilik Stand memperlihatkan produk hasil menggunakan bahan baku sampah.Foto:  Sarina

LHOKSEUMAWE – Sejumlah produk berbahan baku sampah dipamerkan di Pameran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dilaksanakan di Lapangan Jenderal Sudirman, Kota Lhokseumawe.

Pameran tersebut digelar oleh Kodim 0103 Aceh Utara didukung oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Dan akan dilaksanakan selama empat hari, dengan menampilkan sekitar 35 Stand UMKM dari wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Dari puluhan stand yang tersedia, satu diantaranya menampilkan berbagai produk kreatif berbahan baku sampah organik dan juga anorganik, hasil karya tangan masyarakat pedalaman Aceh Utara dan juga Kota Lhokseumawe.

“Kami menamakan ini dengan Bank Sampah Pelangi Shop Aceh, dimana kami mengajak masyarakat semua untuk mencintai lingkungan dan mereka bisa terlibat langsung dalam menyelesaikan problem lingkungan dan ekonomi masyarakat,” kata

Sambungnya, Bank Sampah itu berdiri karena terjadi problem sosial dimana orang-orang yang selama ini kehilangan mata pencariannya dan ada orang-orang yang kurang sadar terhadap kebersihan lingkungan artinya sering buang sampah secara sembarangan.

“Dengan hadirnya Bank Sampah kita harapkan masyarakat Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe mau menabung sampah di Bank Sampah Pelangi Shop Aceh, tahap pertama mereka mendaftarkan diri sebagai nasabah dan mengumpulkan sampah di rumah sendiri, kemudian petugas lapangan kami akan ambil ke rumah warga,” ungkapnya.

Dari sampah yang diambil itu, sambungnya, dimasukkan ke dalam tabungan sehingga sewatu-waktu dibutuhkan hasil tabungan mereka bisa ditarik uangnya atau menukar dengan pulsa listrik atau produk lainnya yang diproduksi oleh Bank Sampah.

“Kita mendaur ulang sampah dan menjadikan produk seperti, tempat tisu, tempat air mineral, tempat sirih, tempat permen, menggunakan gelas air mineral dan kemudian dililit dengan kawat.

Selain itu juga tempat air karbol menggunakan botol bekas, tempurung kelapa dijadikan arang, peci menggunakan gelas air mineral dan sejumlah produk lainnya, Selain itu tambahnya, plastik-platik bening juga bisa dijadikan sandal dan batako dengan cara dicairkan terlebih dulu,” ” jelasnya.

Pihaknya berharap, dengan ada kreasi berbahan baku sampah, tahun 2020 Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara bisa bebas dari sampah. Dengan kesadaran masyarakat mengumpulkan sampah, lingkungan bersih akan tercipta.

“Produk ini kita pasarkan di pasar lokal Aceh Utara, Lhokseumawe, Pidie, Pidie Jaya dan di luar daerah di Surabaya dan Makasar dengan harga Rp 12 ribu hingga Rp80 ribu,” imbuhnya.

Sementara itu, Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Purmanto melalui Kepala Staf Korem (Kasrem) 011/Lilawangsa Letkol Inf Sunardi Istanto mengatakan, kegiatan pameran UMKM tersebut bertujuan untuk memberdayakan ekonomi rakyat yang ada di Lhokseumawe dan Aceh Utara.

“Dengan kegiatan itu diharapkan mampu membangkitkan ekonomi rakyar supaya pengunjung atau masyarakat tergerak untuk berkresi melalui inovasi yang dipamerkan,” ujarnya didampingi Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Infanteri Agung Sukoco .

Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...