Unduh Aplikasi

INTERMESO

Pria Beruntung

Pria Beruntung
Ilustrasi: TWS

DI Aceh, sekitar tahun 2009, pernah muncul artikel yang menceritakan tentang kesulitan seorang pria menikahi gadis Aceh idamannya. Tentu saja yang dibahas oleh si penulis itu, saat itu dia baru saja menyelesaikan pendidikan di salah satu kampus negeri di Banda Aceh, adalah tentang mahar.

Dalam tulisannya, yang saya masih ingat sedikit, disebutkan bahwa mahar menyebabkan anak-anak lelaki di Aceh kesulitan melamar karena mahar yang ditetapkan keluarga terlalu tinggi. Bagi anak orang kaya, atau memang dia kaya, itu tidak persoalan.

Tapi cerita cinta itu jauh berbeda jika calon linto baro adalah pria berpenghasilan pas-pasan. Saat keluarga perempuan menetapkan mahar 8 mayam emas, misalnya, itu artinya dia harus memiliki uang Rp 20 juta. Belum lagi uang yang harus dikeluarkan untuk mengurusi tetek bengek lain. 

Istri saya, beberapa waktu lalu, didatangi salah seorang kerabat. Dia menyampaikan bahwa anak lelakinya kekurangan uang untuk menggenapkan maharnya menjadi 8 mayam. Anak lelakinya baru bisa mengumpulkan emas 6 mayam. Padahal waktu pernikahan hanya seminggu lagi.

Kekurangan dua mayam itulah yang dia coba pinjam dari istri saya. “Nanti setelah prosesi pernikahan selesai, dua mayam emas itu akan dikembalikan.” Begitulah kira-kira perjanjiannya yang diceritakan istri saya kepada saya.

Istri saya memang merasa keberatan untuk meminjamkan emasnya. Bukan takut tidak dikembalikan. Dia merasa bersalah jika dia ikut meminjamkan mahar 2 gram emas itu. Itu artinya dia ikut memanipulasi janji perkawinan.   

Namun hanya beberapa hari berselang, istri saya dengan semangat mengatakan persoalan itu selesai. Nenek si anak menghadiahkan anak itu dua mayam emas untuk melengkapi 8 mayam tanpa perlu meminjam, atau berbohong saat akad nikah. Pernikahan itu berlangsung lancar tanpa si pria kehilangan muka karena harus mengambil lagi dua mayam emas yang telah diberikan kepada si istri. 

Persoalan-persoalan seperti ini adalah hal yang wajar, terutama bagi pasangan muda yang baru akan memulai kehidupan bersama. Karena tidak semua urusan memang akan berjalan mudah. Pernikahan akan selalu menghadirkan tantangan-tantangan.

Tidak semua orang pula cukup beruntung mendapatkan anak perempuan dari keluarga kaya. Tidak semua orang pula bisa menikahi anak perempuan presiden dan lantas menjadi wali kota. Hidup adalah perjuangan. Tak ada guna menangisi hari kemarin.

Komentar

Loading...