Unduh Aplikasi

Presiden Tak Tahu Apa-apa

Presiden Tak Tahu Apa-apa
Ilustrasi: Saintif.

PRESIDEN Joko Widodo harus muncul. Dia harus memberikan penjelasan terkait ulah Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang berupaya menggalang kekuatan merebut kepemimpinan Partai Demokrat dari tangan Agus Harimurti Yudhoyono. 

Dalam konferensi pers kemarin malam, Moeldoko terlalu khawatir jika kabar ini menyeret-nyeret Jokowi. Dia meminta agar Partai Demokrat tidak mengkait-kaitkan kabar itu dengan Istana. Kata-kata “jangan kaitkan dengan Istana” juga berulang kali disampaikan. 

Ketika seseorang terus menerus menyampaikan terlalu banyak informasi, terutama yang tidak diminta dengan detil berlebihan, dan berulang-ulang, besar kemungkinan mereka tidak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. 

Detail lain yang sebenarnya tak perlu diungkapkan oleh Moeldoko adalah permintaan untuk tidak mengkait-kaitkan kedudukannya sebagai KSP. Dia meminta hal ini cukup dilokalisasi dalam Moeldoko, entah dalam kapasitas apa. Yang jelas, ini merupakan sebuah pernyataan dan permintaan yang konyol. 

Moeldoko mengatakan ada sekelompok orang dari berbagai daerah yang datang menemuinya. Moeldoko mengatakan dirinya terbuka terhadap siapa saja. Namun dia mengaku tidak mengerti tujuan kedatangan mereka.

Cara Moeldoko bermain-main dengan kekuasaan tentu sangat berbahaya. Praktik ini mengajarkan kepada masyarakat untuk tidak lagi mengedepankan adab dan rasa malu. Berbuat semaunya, lantas pura-pura tidak bersalah. Padahal, untuk apa  lagi hidup kalau tidak punya rasa malu, itu yang diajarkan semua orang tua di muka bumi ini.

Karena itu, Jokowi tak boleh hanya diam dan membiarkan isu ini hilang seiring perjalanan waktu. Ini bukan tentang menyelamatkan kawan atau bawahan. Ini adalah tentang membangun karakter bangsa. Bangsa ini akan semakin kerdil jika para penguasa terus bersikap sesuka hati. Jokowi tak boleh meninggalkan legasi seperti ini.  

Mengambil alih kepengurusan partai politik itu bukan urusan enteng. Urusan seperti ini tentu tidak bisa diputuskan sepihak oleh Moeldoko. Permintaan Moeldoko agar upayanya itu tidak dikait-kaitkan dengan Jokowi hanya semakin merendahkan Jokowi. Seolah-olah Moeldoko meletakkan Jokowi sebagai orang yang tidak tahu apa-apa.

Komentar

Loading...