Unduh Aplikasi

Presiden Jokowi Harap Gratisnya Tol Suramadu Tumbuhkan Ekonomi Madura

Presiden Jokowi Harap Gratisnya Tol Suramadu Tumbuhkan Ekonomi Madura
Presiden Jokowi diwawancara awak media seusai meresmikan pembebasan tarif tol Jembatan Nasional Suramadu, Sabtu (27/10) Foto: Ist

JAWA TIMUR - Presiden Joko Widodo berharap pertumbuhan ekonomi Madura semakin baik dengan pembebasan tarif tol Jembatan Nasional Suramadu. Harapan disampaikan Jokowi saat meresmikan pembebasan jembatan Suramadu dari sebelumnya jembatan tol menjadi jembatan non tol, Sabtu 27 Oktober kemarin.

"Dengan menjadi jembatan non tol biasa, kita harap pertumbuhan ekonomi Madura akan semakin baik, investasi akan datang semakin banyak, properti, turisme, semua akan berkembang di kabupaten-kabupaten Surabaya. Insyaallah pertumbuhan ekonomi betul-betul akan kelihatan," kata Jokowi di sela peresmian sebagaimana siaran pers yang diterima AJNN dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Sekretariat Presiden, Minggu (28/10).

Jokowi mengatakan sejumlah usulan mengenai tarif tol Suramadu pernah ia terima pada tahun 2015. Saat itu kata dia tokoh masyarakat dan agama setempat agar kendaraan roda dua yang melintas di jembatan tersebut tidak dikenakan tarif tol.

“Masukan dan saran dari para tokoh masyarakat, agama, juga keluarga besar Ikatan Keluarga Madura menyampaikan kepada saya agar sepeda motor digratiskan. Setelah kami hitung, kami kaji, kemudian kita gratiskan," tuturnya.

Setahun setelahnya, Presiden juga menerima usulan agar tarif tol di jembatan tersebut diturunkan hingga separuh harga. Usulan itu juga diterima oleh Presiden dengan langsung menurunkan tarif sebesar 50 persen dari harga sebelumnya.

Namun, setelah mengevaluasi masukan dan penurunan tarif tol tersebut, Jokowi menilai hal itu belum memberikan dampak pertumbuhan ekonomi kepada Madura. Apalagi bila melihat angka-angka ketimpangan di Madura yang begitu nyata bila dibandingkan dengan daerah sekitarnya.

"Kita lihat ketimpangan dan kemiskinan kalau dibandingkan daerah Jawa Timur yang lainnya misalnya Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo angka kemiskinan 4 sampai 6,7 persen. Di Madura angka kemiskinan masih berada pada angka 16-23 persen," ungkap Presiden.

Dengan pertimbangan tersebut lanjut Jokowi dalam kunjungan nya ke Jawa Timur, Sabtu kemarin dirinya memutuskan Jembatan Nasional Suramadu menjadi jembatan non tol biasa dengan membebaskan tarif yang sebelumnya ada.  Pemasukan yang diperoleh negara dari tarif jalan tol itu kata Jokowi tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi Madura yang diharapkan pemerintah.

"Memang dengan jalan tol ini negara mendapat masukan, tetapi itu tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi yang kita inginkan di kabupaten-kabupaten yang ada di Madura. Sekali lagi ini adalah keputusan sebagai bentuk dari rasa keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, utamanya masyarakat Madura," tandasnya.

Untuk diketahui, Jembatan Nasional Suramadu adalah jembatan yang memiliki panjang 5.438 meter. Jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia dan bangun menggunakan teknologi tinggi.

Sebelum pembebasan tariff, tarif tol Jembatan Nasional Suramadu yang berlaku sejak 2015 lalu berkisar di angka Rp15.000 (golongan I) hingga yang paling mahal di angka Rp45.000 (golongan V). Adapun pada tahun 2009, tarif tol tersebut berkisar di angka Rp30.000 (golongan I) hingga Rp90.000 (golongan V).

Komentar

Loading...