Unduh Aplikasi

Predator KTP

Predator KTP
Ilustrasi. Foto: jatim.metrotvnews.com
DUA pekan ini adalah masa-masa kecemasan para tim sukses pasangan calon kepala daerah dari jalur perseorangan. Pemantiknya adalah proses verifikasi faktual yang dijalankan oleh Komisi Independen Pemilihan Aceh.

Tim sukses pasangan Abdullah Puteh dan Sayed Mustafa Usab merasakan betapa rapatnya jaring verifikasi ini. Di Aceh Barat Daya, dukungan berupa salinan Kartu Tanda Penduduk dan formulir berisi nama dan tanda tangan pendukung pasangan ini dibantah pemilik aslinya, saat petugas menanyakan langsung.

Parahnya, nama yang dicatut adalah milik pegiat hukum yang memiliki jaringan luas ke berbagai pihak, terutama media massa. Si aktivis mengancam akan memidanakan pemalsuan dukungan ini. Kasus pencatutan ini segera meluas dan diketahui banyak pihak.

Masih oleh kubu yang sama, di Aceh Barat, Panitia Pemungutan Suara (PPS) setempat juga menemukan hal sama. Tidak tanggung-tanggung, yang dicatut adalah nama Kamaruddin, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat.

Nama ini juga menjadi kandidat wakil bupati pada Pemilihan Kepala Daerah Aceh Barat 2017. Saat ditanyakan kepada Kamaruddin,
dia mengaku tidak pernah memberikan dukungan dan meminta dukungan itu dicabut.

Dalam aturan pelaksanaan pemilihan umum, pemalsuan dan pencatutan ini jelas dapat dipidanakan. Hal ini juga masuk dalam kategori pidana umum. Bahkan ancaman bagi pemalsu daftar dukungan ini sangat berat. Mereka akan dipenjara, minimal, tiga tahun.

Catut mencatut memang bukan barang baru. Bahkan saat mengisi pulsa nomor telepon, nomor tersebut bisa tersebar dengan cepat karena diperjualbelikan oleh penjual pulsa kepada banyak pihak.

Karena itu, KIP Aceh harus benar-benar mengusut kasus pencatutan nama dalam surat dukungan. Bukan karena mereka adalah orang-orang berpengaruh, namun karena masyarakat perlu dilindungi hak-hak mereka, terutama dari predator KTP ini.

Mereka adalah orang-orang tak bertanggung jawab, yang rela melakukan apa saja atas nama duit. Maju tak gentar membela yang bayar. Jangan biarkan aksi mereka merusak citra kandidat yang susah payah mencitrakan diri untuk memenangi pertarungan nanti.

Komentar

Loading...