Unduh Aplikasi

Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Owner Yalsa Boutique Sah

Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Owner Yalsa Boutique Sah
Sidang praperadilan Yalsa Boutique. Foto: Ist

BANDA ACEH - Hakim tunggal Pengadilan Negeri Banda Aceh menolak seluruh gugatan praperadilan yang diajukan Syafrizal dan Siti Hilmi Amirulloh owner Yalsa Boutique sebagai tersangka tindak pidana perbankan dan tindak pidana pencucian uang (TTPU) terkait bisnis investasi bodong.

Majelis hakim diketuai Dahlan mengatakan penetapan status tersangka terhadap para pemohon sudah sah. Selain itu rangkaian penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Baca: Sidang Praperadilan, Polisi Tegaskan Penetapan Tersangka Yalsa Boutique Sesuai Aturan

"Menolak permohonan praperadilan dari pemohon untuk seluruhnya," kata hakim tunggal Dahlan membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (10/5).

Selain itu, hakim mengatakan penetapan tersangka telah dilakukan gelar perkara dan adanya bukti-bukti serta menerima keterangan dari saksi dan para ahli.

"Menimbang bahwa dari alat bukti saksi serta barang bukti, maka hakim berpendapat penetapan tersangka telah didukung dengan alat bukti yang sah," ujar hakim.

Sebelumnya, pemohon Syafrizal dan Siti Hilmi mengajukan praperadilan atas penetapan dirinya sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang dan perbankan dalam bisnis investasi ilegal oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh.

Dalam permohonannya, Pemohon Syafrizal dan Siti Hilmi meminta status tersangkanya dinyatakan tidak sah dan meminta agar dibebaskan serta harta benda para pemohon yang disita penyidik dapat dikembalikan.

Sidang putusan praperadilan Owner Yalsa Boutique di Pengadilan Negeri Banda Aceh yang diketuai Dahlan, dihadiri kuasa para pemohon dan penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh.

HUT Pijay

Komentar

Loading...