Unduh Aplikasi

Praperadilan Ditolak, Korban Kecelakaan Jadi Terdakwa

Praperadilan Ditolak, Korban Kecelakaan Jadi Terdakwa
ilustrasi
BANDA ACEH – Helman Madewa hanya bisa menggerutu. Warga RT III, Kecamatan Kota Jantho, Aceh Besar, ini tak habis pikir dengan sikap diskriminatif yang diterimanya usai kecelakaan yang dialaminya pada 18 Juni 2015.

Alih-alih mendapatkan perlindungan hukum, Helman malah menjadi pesakitan. Dia dituduh menjadi dalang kecelakaan. Saat ini, Helman berstatus sebagai terdakwa dan tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Jantho.

Kecelakaan itu terjadi di Gampong Leupung Baleu, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar. Helman berkendara dengan avanza velos dari Banda Aceh ke rumahnya di Jantho. Menurut keterangan Helman, dari arah berlawanan, Fortuner yang dikendarai Saiful Abdullah, pemilik Toko Zahra Bangunan, melintas dari arah Sigli.

“Saya lihat fortuner itu ingin memotong (menyalip kendaraan di depannya). Karena jaraknya terlalu dekat. Saya pikir dia tidak akan melakukannya. Tapi itu yang dilakukannya,” kata Hilman.

Dia Hilman benar-benar tak menyangka Saiful berani menyalip kendaraan di depannya. Hilman yang saat itu melaju cukup cepat tak berhasil mengurangi kecepatan kendaraannya. Belum sempat Saiful kembali ke jalurnya, kedua kendaraan itu bersua.

“Seyogyanya saya adalah korban dalam kecelakaan tersebut,” kata Helman, saat ditemui di Kota Jantho Aceh Besar, Kamis (10/3). Atas dasar itu pula Hilman mengajukan praperadilan. Dia menggugat Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Aceh Besar. Namun ditolak pengadilan.

Helman mengatakan hingga 24 Januari 2016 kemarin, mobil tersebut belum dikembalikan. “Semestinya secara hukum, sebelum tanggal 18 Januari 2016 (waktu penyerahan tersangka dan barang bukti ke jaksa) barang bukti tersebut diserahkan kepada pihak yang melakukan penyitaan”.

Anehnya, Toyota Avanza Veloz dengan nomor polisi BL 596 LM miliknya, saat ini diamankan di Pengadilan Negeri Jantho sebagai barang bukti. Sedangkan Toyota Fortuner dengan nomor polisi BL 875 JN dipinjam pakai oleh pemiliknya, Saiful Abdullah. Helman juga mencari kendaraannya di kantor Kejaksaan Negeri Kota Jantho. Hasilnya: nihil.

Namun menurut petugas kepolisian. Helman bersalah karena melintas di luar jalur. Helman juga dinilai mengaburkan sejumlah barang bukti. Usai kecelakaan, Hilman meminta masyarakat setempat menutup tumpahan oli dengan pasir. Ini, kata petugas polisi, dinilai sebagai tindakan melawan hukum karena menghilangkan barang bukti. 

Komentar

Loading...