Unduh Aplikasi

Praktisi Hukum Angkat Bicara Terkait Pemanggilan Keuchik di Pidie oleh Kejari

Praktisi Hukum Angkat Bicara Terkait Pemanggilan Keuchik di Pidie oleh Kejari
Praktisi hukum Muharramsyah. Foto: AJNN/Salman

PIDIE - Praktisi hukum Muharramsyah angkat bicara menyangkut pemanggilan enam keuchik di Kabupaten Pidie oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie untuk dimintai keterangan terkait pengelolaan dasa desa.

Keuchik seharusnya diperiksa oleh Inspektorat setempat selaku tim Audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam hal ini pihak Inspektorat.

"Seharusnya diperiksa dulu oleh pihak Inspektorat selaku APIP," kata Muharram kepada AJNN, Senin (3/1) melalui WhatApp.

Apabila hasil pemeriksaan internal oleh Inspektorat ternyata menemukan penyelewengan dana gampong, maka bupati melalui sekda memanggil keuchik bersangkutan untuk mengembalikan dana gampong yang disalahgunakan tersebut dalam kurun waktu tertentu.

"Apabila keuchik itu tidak mampu mengembalikan kerugian negara tersebut, maka baru selanjutnya Inspektorat menyerahkan hasil temuannya kepada Aparat Pengak Hukum (APH) dalam hal ini Kejaksaan atau Polisi atas sepengetahuan bupati," ujarnya.

Baca: Enam Keuchik di Pidie Dipanggil Kejari Terkait Pengelolaan Dana Desa

Terhadap enam keuchik yang dilakukan pemanggilan oleh Kejari Pidie, sambung Muharram, keuchik perlu hadir jangan sampai dianggap tidak koorperatif.

"Meski hadir, namun keuchik juga berhak untuk tidak memperlihatkan dokomen, diperiksa atau menjawab pertanyaan APH dengan alasan hukum bahwa keuchik adalah bahagian dari pemerintahan eksekutif, dan pemerintah mempunyai Inspektorat sebagai pemeriksa internal," cetus Muharram.

Dalam perkara seperti ini, seharusnya institusi APH harus menghormati setiap mekanisme pemeriksaan internal pemerintahan dalam hal dana desa.

"Jangan sampai adanya pergesekan. Belajarlah dari peristiwa pembekuan Tim TP4D oleh Kejaksaan Agung yang di dasari dari Laporan Kepala Daerah seluruh Indonesia dalam acara Rakornas APPSI, APEKSI dan APKASI di Gelora Senayan Jakarta," ungkapnya.

Komentar

Loading...