Unduh Aplikasi

Pospera Abdya Minta Kejari Transparan Tangani Proyek Aplikasi PIKA

Pospera Abdya Minta Kejari Transparan Tangani Proyek Aplikasi PIKA
Foto: Ist

ACEH BARAT DAYA - Sekretaris Jendral (Sekjend) Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Aceh Barat Daya (Abdya), Nasruddin Oos meminta Kejari kabupaten setempat untuk mengusut secara tuntas dan transparan pembuatan proyek aplikasi PIKA dengan anggaran Rp 1,3 miliar.

"Kita minta Kejari Abdya untuk mengusut secara tuntas dan transparan terhadap proyek PIKA senilai Rp 1,3 miliar lebih yang diduga markup anggarannya," kata Nasruddin Oos, kepada AJNN, Senin (18/1).

Baca: Buat Aplikasi PIKA, Disperindagkop Abdya Habiskan Rp 1,3 Miliar Lebih

Menurut Nasruddin, hingga saat ini proyek pembuatan aplikasi PIKA belum adanya titik terang. Sehingga, Kejari Abdya perlu mengungkap dan menuntaskan proyek yang menghabiskan anggaran APBK mencapai Rp 1,3 miliar.

"Ini perlu diselesaikan sampai tuntas, dan juga perlu disampaikan ke publik sejauh mana pogresnya, karena jangan sampai lembaga peradilan bermain dengan oknum yang melakukan korupsi," tuturnya.

Seperti diketahui, Menurut Informasi yang didapatkan AJNN, Kabid Industri sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disperindagkop Abdya, Ghazali sudah dilakukan pemeriksaan oleh Polres Aceh Barat Daya dan Kejaksaan Negeri (Kejari) kabupaten setempat.

"Kabarnya sudah dipanggil PPK Disperindagkop Abdya oleh Kejari dan Polres," kata sumber AJNN yang tidak ingin disebut namanya.

Saat dihubungi AJNN, Kasat Reskrim Polres Abdya, AKP Erjan Dasmi membantah kalau pihaknya sudah memanggil PPK Disperindagkop Abdya.

"Enggak, kasus itu sudah ditangani Kasi Pidsus Kejari Abdya, jadi tanya aja ke mereka," kata AKP Erjan, kepada AJNN, Minggu (17/1).

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Abdya, Riki Guswandri mengatakan, bahwa PPK Disperindagkop Abdya belum dilakukan pemeriksaan. Namun, untuk Kadis Perindagkop sudah dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan.

"PPK belum diperiksa, cuma antar berkas aja baru, tapi kadis sudah saya panggil dan sudah diperiksa," kata Riki Guswandri, saat dihubungi dari Banda Aceh.

Menurut Riki Guswandri, saat ini Kejari Abdya juga masih dalam pengumpulan data, bahkan beberapa saksi juga sudah ikut diperiksa.

"Masih pengumpulan data dan bahan, saksi juga baru beberapa orang, tapi dokumennya sudah sama kita," tutupnya.

Komentar

Loading...