Unduh Aplikasi

Popularitas SBY kalahkan Ibas di Partai Demokrat

Popularitas SBY kalahkan Ibas di Partai Demokrat
Sby
Setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden, ternyata popularitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak memudar. Termasuk di internal Partai Demokrat yang didirikannya. Sebesar 37,7 persen masyarakat menginginkan SBY tetap menjadi ketua umum. Kehendak publik itu terungkap dalam survei Cyrus Network yang dirilis di Jakarta, Senin 15 Desember 2014.

Menurut Direktur Eksekutif Cyrus, Hasan Nasbi, di bawah SBY, ada putranya sendiri yaitu Edhy Baskoro Yudhoyono yang akrab disapa Ibas yang meraih suara sebesar 20,8 persen.

"Sementara kader-kader Partai Demokrat lainnya, seperti Marzuki Alie mendapat 14 persen, Soekarwo mendapat 10,8 persen, Sys NS mendapat 2,5 persen dan Saan Mustofa memperoleh 1,4 persen," kata Hasan.

Namun, jika survei itu dilakukan di internal Partai Demokrat, maka suara SBY akan lebih besar lagi. Yaitu sebesar 45,8 persen, sementara Ibas sebesar 30,6 persen. Sementara Marzuki Alie sebesar 6,9 persen, Soekarwo sebesar 5,6 persen, Sys NS sebesar 2,8 dan Saan Mustofa sebesar 2,7 persen.

Survei menempatkan SBY sama dengan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto. Prabowo dan SBY menurut Hasan memiliki nasib yang berbeda dengan ketua umum yang masuk dalam kategori tokoh-tokoh tua lainnya seperti Megawati Soekarnoputri dan Aburizal Bakrie. Kedua tokoh itu menurut Hasan dianggap publik tak layak lagi memimpin partai politik.

Hasan mengatakan ketika Cyrus melakukan survei tentang ketua umum mana yang masih layak kembali menjadi ketua umum. Hasilnya, Megawati hanya mendapat 48,8 persen dan Aburizal mendapat 43,2 persen. Sementara SBY dan Prabowo masih berada di atas 50 persen. SBY sebanyak 68 persen dan Prabowo sebanyak 59 persen.

"SBY dan Prabowo kuat dukungannya, sementara Megawati dan ARB turun," ujar Hasan.

Alasannya, menurut Hasan ada dua hal. Pertama karena Megawati dan ARB sudah lama memimpin partai. Kemudian, ada tokoh-tokoh pengganti yang muncul di internal PDIP dan Golkar.

"Sementara di Demokrat dan Gerindra kita ada muncul nama tetapi belum bisa menyamai kecakapan, karisma dan ketokohan SBY dan Prabowo," katanya.

Survei dilakukan pada 1 hingga 7 Desember 2014. Sebanyak 1.220 responden diambil dari 122 desa atau kelurahan terpilih di 33 provinsi. Survei dilakukan dengan cara tatap muka dengan tingkat kesalahan sebesar 3,1 persen.

VIVA

Komentar

Loading...