Unduh Aplikasi

Polri dan Dirjen Gakkum LHK Ungkap Perdagangan Organ Satwa Dilindungi

Polri dan Dirjen Gakkum LHK Ungkap Perdagangan Organ Satwa Dilindungi
Kapolda Aceh melihat barang bukti hasil kejahatan perdagangan organ satwa dilindungi. Foto; AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Tim gabungan dari Baintelkam Polri, Polda Aceh dan Ditrektorat Jenderal Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dirjen LHK) berhasil mengungkap perdagangan organ satwa dilindungi dengan nilai ekonomis senilai Rp 6,3 miliar. 

Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada menyebutkan dari pengungkapan itu tim mengamankan dua pelaku yang diduga kuat serta bagian tubuh satwa dilindungi.

"Ada 71 paruh burung rangkong yang diamankan bersama 28 kg sisik trenggiling serta kulit dan tulang belulang harimau Sumatera," kata Irjen Pol Wahyu Widada, Selasa (10/11).

Jenderal bintang dua itu menyebutkan operasi pengamanan peredaran satwa dilindungi itu bermula atas informasi adanya perdagangan organ satwa di Kabupaten Bener Meriah.

"Atas informasi ini, tim melakukan penyelidikan dan menangkap dua pelaku berinisial DA dan LH di jalan lintas Bireun-Takengon, Aceh Tengah," ujarnya. 

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Sustyo Iriyono mengungkapkan bahwa operasi pengamanan peredaran satwa dilindungi ini terus kita lakukan dalam rangka memberantas perburuan hewan di lindungi. 

"Perdagangan dan perburuan satwa dilindungi adalah kejahatan luar biasa, melibatkan banyak aktor antar negara dan bernilai ekonomis tinggi," ujarnya. 

Untuk itu pihaknya bersama Polri akan terus melakukan pencegahan perburuan hewan dilindungi melalui kegiatan operasi dan kejahatan kehutanan. 

Komentar

Loading...