Unduh Aplikasi

Polresta Banda Aceh Amankan Tujuh Barang Bukti Satwa Dilindungi

Polresta Banda Aceh Amankan Tujuh Barang Bukti Satwa Dilindungi
Polisi memperlihatkan barang bukti satwa langka dan dilindungi yang diamankan. Foto: AJNN/Melli Saputri

BANDA ACEH - Polresta Banda Aceh mengamankan tujuh barang bukti satwa langka dan dilindungi dari rumah seorang tersangka narkoba berinisial TJ (54) di Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh. 

Adapun barang bukti satwa dilindungi tersebut yakni satu ekor macan kumbang, satu ekor macan tutul dan dua ekor burung cenderawasih. Empat satwa ini telah diawetkan (Opsetan). 

Selain itu, polisi juga mengamankan dua ekor burung kakak tua dan satu ekor burung merak yang masih hidup. 

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto menyebutkan barang bukti satwa dilindungi ini diamankan atas informasi masyarakat dimana TJ telah menyimpan dan memelihara satwa dilindungi tanpa memiliki izin. 

"Atas informasi tersebut kita bersama BKSDA ke rumah TJ dan menemukan satwa-satwa dilindungi tanpa adanya dokumen resmi," kata Kombes Pol Joko Krisdiyanto didampingi Kasatreskrim AKP M Ryan, Kamis (14/1).

TJ pemilik satwa dilindungi ini, kata Kombes Pol Joko merupakan tersangka atas kepemilikan narkoba jenis sabu yang ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Desember 2020 lalu di Gampong Jawa, Kuta Raja Banda Aceh. 

"Pemilik hewan dilindungi ini masih menjalani proses di BNN. Informasi diterima TJ ditangkap atas kepemilikan sabu seberat 200 kilogram," sebut Kombes Pol Joko Krisdiyanto.

Dari informasi yang diperoleh, TJ telah menyimpan dan memelihara satwa-satwa dilindungi ini hampir 10 tahun. 

Atas kepemilikan satwa tanpa izin ini, TJ diancam dengan Undang undang RI Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistem dengan hukum penjara lima tahun dan denda Rp 100 juta. 

"Kita akan koordinasi dulu bagaimana proses hukumannya, karena pemilik satwa ini sedang di menjalani proses hukum kasus narkoba. Tujuh barang bukti satwa dilindungi ini selanjutnya diserahkan ke pihak BKSDA," ungkap Kapolresta Banda Aceh.

Melli Saputri

Komentar

Loading...