Unduh Aplikasi

Polres Nagan Raya Amankan Tujuh Pelaku Ilegal Logging

Polres Nagan Raya Amankan Tujuh Pelaku Ilegal Logging
Truck pengangkut ilegal logging

NAGAN RAYA - Satuan Reserse dan Kriminal, Kepolisian Resor (Polres) Nagan Raya, mengamankan tujuh orang warga Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur, kabupaten setempat  yang diduga terlibat melakukan tindak pidana pembalakan liar.

Tujuh warga Desa Alue Wakie yang diamankan tersebut yakni Sp, (50), ZB, (42), Rus,(44), H, (46), W,(43) warga Desa Sidorejo Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh singkil, dan S, (45) Desa Sidorejo Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh singkil, Dani (38), warga Desa Suka Ramai Kecamatan Darul Makmur, dan Sulaiman (45), warga Desa Paya Undan Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya.

Dari tujuh tersangka tersebut masing-masing  Sp dan ZB  berperan sebagai penebang, sedangkan R, sebagai pemilik modal, dan H, S dan W berperang sebagai pengangkut, D, sebagai operator alat berat.

Kepala Polres Nagan Raya, Ajun Komisaris Besar Polisi Risno menjelaskan penangkapan terhadap tujuh tersangka itu berawal dari informasi warga  pada Sabtu, 16 Mei terkait adanya dugaan aktifitas penebangan liar, serta  pengangkutan kayu ilegal tersebut.

“Dari informasi tersebut kemudian Kasat Reskrim beserta anggota dan Tim KPH V wilayah Nagan Raya melakukan penyelidikan ke lokasi tersebut dan ternyata ditemukan adanya aktifitas penebangan, pengangkut, menyuruh dan membawa alat berat untuk mengangkut hasil hutan kayu,” kata orang nomor satu di Polres Nagan Raya itu.

Dari hasil temuan itu, kata dia, pihaknya langsung melakukan pengecekan lokasi dengan menggunakan Global Posioning System (GPS). Dari hasil tersebut diketahui jika daerah itu berada di lokasi yang ditentukan Tunggul posisi Titik Kordinat bahwa Alat Berat berada di titik koordinat Latitude N 04' 05' 46,41" Longitude N 96' 34' 49,06". Dan setelah dilihat dari Peta, kata dia, titik kordinat tersebut masuk kedalam Kawasan Hutan Produksi Terbatas.

“Kemudian Setelah petugas menanyakan terkait surat-surat/dokumen kayu tersebut namun kayu tersebut tidak di lengkapi dengan dokumen apapun,” ungkapnya.

Pada hari minggu tanggal 17 Mei 2020 sekira pukul 16.00 WIB bertempat Desa Alue Wakie Kecamatan Darul Makmur Kabuoaten Nagan Raya.

Akibat perbuatannya tersebut ketujuh tersangka dijerat Pasal 12 huruf (c), huruf (e), huruf (G), Pasal 82 Ayat (1) huruf (c), Pasal 83 ayat (1) Huruf (b), Jo Pasal 85 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan.

Komentar

Loading...