Unduh Aplikasi

Polres Nagan Raya Amankan Pelaku Tambang Ilegal Beserta Pemilik Modal

Polres Nagan Raya Amankan Pelaku Tambang Ilegal Beserta Pemilik Modal
Ilustrasi. Foto: Net

NAGAN RAYA - Kepolisian Resor (Polres) Nagan Raya mengamankan pelaku tambang emas ilegal yang selama ini marak terjadi di kabupaten tersebut.

Dalam operasi penertiban tambang emas ilegal yang dilakukan satuan Reserse dan Kriminal pada Kamisilegal (21/10) pagi, pihaknya berhasil mengamankan empat penambang emas ilegal.

Adapun empat pelaku yang diamankan tersebut yakni Ha (48) warga Sawang Teubee, Kecamatan Kaway, Kabupaten Aceh Barat, selaku operator alat berat jenis beko, Al (47), warga Desa Uteun Pulo, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya selaku pemilik modal.

SB (51), warga Desa Keude Linteung, Kecamatan Seunagan Timur selaku mekanik, serta SB (42), warga Blang Lango, Kecamatan Seunagan Timur yang juga pemilik modal.

Kepala Polres Nagan Raya, Ajun Komisaris Polisi Risno melalui Kepala Satreskrim Polres Nagan Raya, Ajun Komisaris Polisi Fadillah Aditya Pratama mengatakan keempat pelaku ilegal mining itu diamankan di Desa Kila, Kecamatan Seunagan Timur setelah adanya laporan dari warga.

"Pada Kamis 22 Oktober sekira pukul 03.00 WIB, kami mendapat informasi dari warga adanya pelaku ilegal mining di Desa Kila. Kami ke lokasi dan mendapati adanya aktivitas," kata AKP Fadillah Aditya Pratama.

Dikatakannya, pelaku tambang emas ilegal itu diamankan pihak kepolisian setelah pihaknya berjalan kaki sejauh lima jam berjalan kaki dari desa tersebut kelokasi.

Dari hasil penangkapan tersebut, kata dia, pihaknya mengamankan beberapa peralatan yang digunakan tersangka dalam melakukan penambangan emas ilegal.

Adapun peralatan tersebut yakni satu asbuk, escavator atau beko, emas serbuk pasir seberat lima gram serta karpet hijau yang biasa digunakan sebagai penyaring.

"Sebelum kami amankan kepada tersangka lebih dulu kita minta surat izin aktivitas penambangan, namun tidak dapat menunjukkan izin apapun sehingga kita amankan," kata dia.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat pasal 158, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Mineral dan Batubara.

Komentar

Loading...