Unduh Aplikasi

Polres Lhokseumawe Mulai Selidiki Penyebab Meninggalnya Petugas Damkar

Polres Lhokseumawe Mulai Selidiki Penyebab Meninggalnya Petugas Damkar
LHOKSEUMAWE - Sat Reskrim Polres Lhokseumawe mulai melakukan penyelidikan terkait tewasnya Fasdar (33), seorang petugas Pemadan Kebakaran (Damkar) saat melaksanakan tugas memadamkan kebakaran ruko di kawasan Desa Buenot, Kecamatan Syamtalira Bayu, Senin (25/4) malam.

Baca: Petugas Pemadam Meninggal Tergilas Ban Mobil Damkar

Penyelidikan dilakukan setelah sebelumnya keluarga korban melaporkan secara resmi insiden tersebut ke Polres Lhokseumawe, Selasa (26/4).
Perwakilan keluarga korban Junaidi Yahya yang dikonfirmasi AJNN mengatakan, pihaknya melaporkan kasus tersebut karena merasa korban meninggal karena faktor anarkis massa yang di malam kejadian mengamuk pada petugas pemadam.

"Keluarga kami belum bisa menerima meninggalnya korban, apalagi dikatakan murni kecelakaan. Karna dari keterangan saksi-saksi termasuk teman sesama petugas damkar, dan masyarakat yang melihat kejadian itu, korban jatuh akibat amukan massa," jelasnya.

Junaidi menambahkan, ada juga rekaman video yang diambil oleh masyarakat saat kejadian, dan tampak ada provokator yang menyeru untuk mengejar dan memukul petugas sehingga menyulut emosi massa lainnya.

"Boleh dilihat rekamannya, banyak massa yang mengejar mereka dan memukul bagian mobil damkar, korban kami duga jatuh karena ingin menyelamatkan diri dari amuk massa sebelum akhirnya tergilas," tegasnya.

Sementara itu, Sakdan sang supir Damkar yang dihubungi AJNN menceritakan kronologi kejadian. "Saat sedang menurunkan selang untuk memadamkan api, massa yang mengejar dari belakang malah melempari kami dengan batu dan berusaha memukul para petugas. Saya langsung menjauhi massa, saya tidak tahu ada korban dibelakang yang jatuh dan tertabrak. Setelah ada teriakan, saya langsung turun, dan melihat korban sudah terlindas dan langsung memangkunya. Saya teriak minta tolong dan bertakbir, tapi tidak ada yang berani mendekat dan massa mulai menghilang sebelum petugas kepolisian datang dan mengevakuasi korban," ungkapnya.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Anang Triarsono, mengaku pihaknya sudah menerima laporan dari keluarga korban. "Iya sudah ada laporannya. Dari keterangan awal tim yang kami terima, belum ada indikasi korban tewas karena menghindar dari aksi anarkis yang coba menghajar para petugas pemadam karena kesal damkar telat tiba di lokasi kebakaran seperti informasi yang beredar. Awalnya massa mengira yang tergilas itu warga, makanya mereka melempar damkar," ungkap Kapolres.

Namun, tambahnya, saat ini tim kepolisian sudah melakukan penyelidikan terkait tewasnya korban. "Saya sudah perintahkan Sat Reskrim untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Jika terbukti ada unsur pidana maka akan diproses, jika hasil penyelidikan hanya murni kecelakaan, maka akan ditangani ke Sat Lantas," tutup Kapolres.

Komentar

Loading...