Unduh Aplikasi

Polres Langsa Bongkar Kasus Penipuan Berkedok Jual Batu Akik Online

Polres Langsa Bongkar Kasus Penipuan Berkedok Jual Batu Akik Online
Kasat Reskrim Polres Langsa (tengah) memperlihatkan barang bukti telepon genggam yang diamankan dari MR. Foto: For AJNN.

LANGSA - Polisi Satuan Reserse Kriminal Polres Langsa membongkar kasus penipuan berkedok jual batu akik online. Dalam kasus tersebut polisi menangkap seorang tersangka dan memasukkan satu orang lainnya sebagai DPO.

Kapolres Langsa AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim Iptu Arief Sukmo Wibowo dalam konferensi pers di Mapolres Langsa, Selasa (24/3) mengatakan, tersangka yang ditangkap berinisial RM (21) warga Gampong Daulat, Kota Langsa.

Kasus tersebut, kata Kasat Reskrim, terungkap atas laporan dua orang yang menjadi korban yaitu Zikry Maulana dan Syarifuddin.

Pada Maret 2019 lalu, kata Kasat Reskrim, tersangka RM memberikan akun facebook beserta passwordnya kepada FE (DPO) dengan alasan RM tidak memakai lagi akun facebook tersebut dan RM pernah diberikan uang Rp 50 ribu oleh FE hasil penjualan baru akik.

Singkat cerita, kata Kasat, pada Rabu 4 Maret 2020, FE meminta ATM kepada RM, saat itu RM sedang memegang ATM ibunya atas nama Miswanti.

FE juga meminjam telepon genggam milik RM untuk membuka facebook dan FE mengirim pesan berisi nomor rekening kepada seseorang.

Tak lama kemudian, kata Kasat, uang di kirim oleh seseorang ke rekening tersebut dan RM tidak tahu jumlahnya karena usai ditarik melalui ATM, uang langsung dimasukkan oleh FE ke dalam kantongnya. RM hanya diberikan Rp 50 ribu yang dikeluarkan dari kantongnya.

Karena curiga, kata Kasat, pada Kamis 12 Maret 2020 RM mengecek akun facebook dengan nama "Raja Bacan" yang pernah diberikan kepada FE dan melihat ada satu pesan berisikan "kalau mau nipu itu jangan pake foto orang langsa, bodoh".

"Mengetahui akun facebook-nya telah digunakan oleh FE untuk menipu orang lain, kemudian RM menyerahkan diri kepada pihak kepolisian," ungkap Kasat Reskrim.

Dari RM, polisi mengamankan barang bukti satu buah telepon genggam merk I Phone warna abu-abu.

Atas kejadian tersebut, RM dikenakan Pasal 35 Jo 45A UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 dan Pasal 45A ayat (1) dengan ancaman enam tahun penjara.

"MR merupakan orang suruhan, sementara pelaku utama adalah FE yang telah dimasukkan sebagai DPO," ujarnya.

Iklan Pemutihan BPKB- Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...