Unduh Aplikasi

Polres Jakarta Barat Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ganja Aceh

Polres Jakarta Barat Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ganja Aceh
Polres Jakarta Barat mengungkap kasus 1,3 ton ganja. (Foto: dok. Istimewa)

JAKARTA - Polres Metro Jakarta Barat mengungkap 1,3 ton ganja kering yang hendak dikirimkan ke Jakarta di Pelabuhan Bakauheuni, Lampung. Dalam kasus ini polisi mengamankan enam orang tersangka.

"Jumlah tersangka enam orang dan saat ini masih dalam pengembangan Polres Metro Jakarta Barat," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Barat, Kamis (4/1/2018).

Keenam tersangka itu yakni FAS (31) sebagai sopir truk, YCN (30) dan AS (29) sebagai kenek, RA (27) sebagai pemberi perintah, RS (34) sebagai perekrut, dan GN (24) sebagai penerima ganja.

Kapolda menyampaikan, kasus ini terungkap dari hasil pengembangan kasus sebelumnya yang diungkap oleh Satresnarkoba Polres Jakbar pada Maret 2017 lalu di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Polisi mendapat informasi akan ada pengiriman ganja dari Aceh menuju Jakarta.

Polisi lalu melakukan pengintaian terhadap FA yang saat itu menuju ke Aceh. Hingga pada tanggal 31 Desember 2017, FA diketahui membawa truk hendak melintas ke Pelabuhan Bakauheuni, Lampung.

Polisi kemudian menangkap FA bersama dua orang kernetnya. Selanjutnya truk digeledah dan ditemukan 1,3 ton ganja kering.

"Modusnya truk itu dibuat kolom dan ditutup pelat di belakang supir yang secara awam tidak akan bisa melihat karena boxnya itu warnanya sama perak (sama seperti warna box mobil) jadi di dalam itu ada ganja ditumpuk sampai full dan ditutup arang. Saat petugas membuka yang terlihat arang. Berbagai macam modus dilakukan agar sampai ke Jakarta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Dari penangkapan ketiganya, polisi mengembang hingga menangkap tiga orang lainnya di Cikarang, Bekasi dan Tebet, Jakarta Selatan. Atas perbuatannya, mereka dikenakan Pasal 114 ayat (2) Sub 111 ayat (2) Sub 132 UU RI no. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Komentar

Loading...