Unduh Aplikasi

Polres Bener Meriah Bangun MCK, Warga: Terima Kasih Pak Kapolres

Polres Bener Meriah Bangun MCK, Warga: Terima Kasih Pak Kapolres
Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya didampingi Kapolsek Wih Pesam saat melihat kondisi rumah keluarga miskin di Kampung Suka Ramai Atas, Wih Pesam. Foto: AJNN.

BENER MERIAH - Usai salat Jum'at, (26/6/2020) kemarin, salah seorang teman menelpon saya (AJNN), dari ujung telepon terdengar suara Ipda Karianto Pengaribuan yang merupakan Kapolsek Wih Pesam, Bener Meriah. Kepada AJNN Karianto menyapa. "Bang jam 15.00 Wib temani saya ke Suka Ramai Atas ya, kita mau kasih bantuan untuk salah seorang warga di sana," ujar Karianto atau kami para jurnalis akrab menyapa dengan panggilan Pangab.

Sebagai jurnalis saya berfikir hanya acara seremonial biasa, tapi karena ini menyangkut keluarga tidak mampu, maka ini akan menarik dari sisi liputan kemanusiaan. Karena tidak tahu lokasi, maka saya berangkat bersama beberapa anggota Polsek menuju kampung tersebut. Lumayan jauh sebenarnya. Kiri kanan jalan menuju lokasi tersebut terdapat tanaman kopi Arabika Gayo yang sudah mulai berbuah tapi belum matang atau merah.

Sekitar pukul 15.20 Wib saya tiba di kampung itu. Bersama anggota Polsek, saya bertemu dengan seorang pria bernama Sibral Malaysi (32). Ternyata Sibral ini merupakan warga yang akan menerima bantuan dari pihak kepolisian. Saat kami datangi Sibral sedang berdiri di samping rumah berdinding kayu dengan ukuran 3X4 meter yang berada diantara pepohonan kopi. Sibral tinggal di rumah itu bersama istri yang bernama Verawati (26) dan anaknya anak Ziwaul Hamdi (5).

Kondisi rumah yang ditempati Sibral sebenarnya masih jauh dari kata layak jika dilihat dari sudut kenyamanan dan kesehatan, di rumah itu hanya ada satu kamar tidur yang menyatukan dengan dapur tanpa jendela dan tanpa kamar mandi dan Mandi Cuci Kakus (MCK).

Saat menyapa Sibral, saya baru tahu kalau pria tersebut fasih berbahasa Aceh, hal ini disebabkan karena orang tuanya berasal dari dari kawasan timur pesisir Aceh. Namun sudah lama puluhan tahun menetap di situ. Bahkan Sibral sendiri lahir dan besar di kampung tersebut yang tepatnya di dusun Firdaus.

Sibral mengungkapkan selama ini dirinya hanya buruh tani dan menerima upah mengutip kopi dari pemilik kebun disekitar tempat tinggalnya. Selain itu kadang-kadang dirinya juga membantu membersihkan kebun orang lain. Karena pekerjaan serabutan tersebut menyebabkan Sibral hanya mampu memenuhi kebutuhan harian saja, tapi tidak bisa membangun rumah apalagi MCK yang layak.

"Ya beginilah kondisi kami bang, bahkan kalau mau mandi dan buang hajat saya dan keluarga harus numpang sama tetangga," ujar Sibral kepada AJNN.

Saat itu saya memperhatikan di samping rumahnya ada satu bangunan baru yang kondisi semen dan cat nya masih belum begitu kering. Bangunan itu ternyata yang dikatakan pak Kapolsek sebagai bantuan untuk warga Suka Ramai tersebut.

Kepada AJNN Sibral mengungkapkan bangunan itu merupakan MCK yang rencananya akan diserahkan Kapolres kepada dirinya. Bantuan ini berawa bahwa seminggu yang lalu, dirinya dikunjungi oleh Bripka Zainal anggota Polsek Wih Pesam. Zainal merupakan anggota Bhabinkamtibmas yang diutus oleh Kapolsek Wih Pesam, Ipda Karianto untuk mengecek warga yang membutuhkan bantuan. Saat itu Zainal mengecek kondisi Zainal dan memberikan bantuan beras.

"Lalu beliau bertanya kepada saya, tempat buang hajat dirumah ini ada g? Saya jawab g ada pak. Kemudian datang pak Kapolsek kerumah untuk mendata," ujar Sibral Malaysi.

Sejak saat itu pihak Polres Aceh Tengah melalui Polsek Wih Pesam mulai membangun sebuah MCK di samping rumahnya saat ini. Pembangunan MCK ini memakan waktu sekitar satu minggu.

Bangunan itu merupakan sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) yang dibangun khusus untuk Sibral Malaysi dengan sepenuhnya menggunakan dana dan tenaga dari personil Polsek Wih Pesam, Polres Bener Meriah. Menurut salah satu personil Polsek, pengerjaan ini memakan waktu lebih kurang 5 hari.

Tidak berapa lama usai kami ngobrol, sebuah mobil Double Cabin kepolisian datang. Dari mobil turun Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya didampingi Kapolsek Ipda Karianto. Dari mobil juga diturunkan sejumlah barang sembako yang rencananya akan diberikan kepada Sibral dan keluarga.

Tanpa kegiatan seremonial yang berlebihan, Kapolres langsung menyerah bangunan MCK tersebut kepada Sibral. Kapolres berharap bantuan yang mereka berikan bisa bermanfaat bagi keluarga tersebut. Saat penyerahan berlangsung
rasa haru nampak dari pasangan suami-istri itu.

"Saya mengucapkan ribuan Terima Kasih kepada Kapolres dan pak Kapolsek telah membantu pembangunan tempat MCK untuk saya dan keluarga," ujar Sibral didampingi istri.

Rasa syukur dan haru tergambar di wajah Sibral dan keluarga. Sebelum MCK ini dibangun, kebutuhan mandi mencuci dan sebagainya dirinya harus menumpang mandi dan kebutuhan air bersih dari tetangga.

Kapolres kepada AJNN mengatakan kalau pembangunan MCK ini sebagai bagian dari peringatan hari Bhayangkara yang ke 74 tahun 2020. Pihaknya telah melakukan beberapa aksi sosial berupa pembagian sembako kepada masyarakat dan sejumlah warga yang berhak menerimanya.

"Ya, termasuk bantuan pembuatan MCK ini, dengan ada MCK kita tentu berharap kebersihan sehari-hari keluarga ini bisa terjaga," ujar Siswoyo Adi Wijaya.

Siswoyo juga mengatakan kalau pihaknya melakukan pendataan melalui Kapolsek untuk menentukan sasaran yang betul-betul memenuhi kriteria yang benar-benar bisa dibantu. Kegiatan seperti ini akan terus berlanjut bisa jadi selain dengan membuat MCK. Kita juga akan membantu rehab rumah. Apa lagi kondisi rumah tersebut benar-benar memprihatikan.

Selain memberikan bantuan sembako, Sibral Malaysi juga mendapat bantuan dari keluarga besar Bhayangkari Polres Bener Meriah dan Bhayangkari ranting Polsek Wih Pesam. Bantuan itu berupa sembako dan bingkisan lainnya

Sementara itu Reje Suka Ramai Atas, Admi kepada AJNN mengatakan bahwa perilaku buang air besar di kampung yang dia pimpin sudah cukup baik. 95 persen warganya sudah mempunyai toilet. Selain itu sumber air juga tercukupi. Kampung itu mempunyai kincir air yang menyalurkan air hampir ke seluruh warga yang terdiri dari 2 dusun yaitu dusun Firdaus dan dusun istiqamah dengan jumlah 167 Kepala Keluarga (KK). Kincir ini dibangun oleh lembaga USAID pada tahun 2010 lalu.

Komentar

Loading...