Unduh Aplikasi

Politik Klenik

Politik Klenik
Ilustrasi: PC Gamer

INI jelas bukan saat yang tepat untuk mengatakan, “kan sudah kubilang.” Namun sulit rasanya untuk tidak berucap seperti itu, terutama saat biduk Pemerintah Aceh seperti berlayar tanpa kemudi.

Saat ini, Gubernur Aceh Nova Iriansyah tengah menjalani isolasi mandiri karena terserang Covid-19. Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah dikabarkan menjalani pemeriksaan di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi terkait pengumpulan keterangan pengadaan kapal Aceh Hebat.

Ketiadaan dua sosok pemimpin, yang selama ini saling mengisi, jelas tak elok. Berbeda situasinya jika Pemerintah Aceh memiliki sosok wakil gubernur. Mungkin sosok ini bisa menjawab langsung permasalahan-permasalahan yang dialami masyarakat Aceh saat ini, meski solusi itu tidak datang secara kontan.

Dalam urusan haji, misalnya, seorang wakil gubernur akan sangat mungkin menggandeng Wali Nanggroe Aceh, Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, Majelis Adat Aceh, dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh untuk mengusahakan perjalanan haji bagi warga Aceh yang melunasi biaya perjalanan ibadah haji, tahun ini.  

Sejumlah pembahasan di DPR Aceh juga tak perlu terkendala hanya karena tidak ada sosok yang representatif mewakili pemerintah untuk duduk berdiskusi. Sehingga permasalahan-permasalahan yang mendesak dapat segera dituntaskan.

Masyarakat juga tak perlu menunggu lama untuk tahu jawaban tentang keseriusan Pemerintah Aceh dalam melaksanakan proyek tahun jamak alias multiyears yang disebut-sebut bermasalah. Minimal sosok wakil gubernur bisa hadir ke lokasi pembangunan dan memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa proyek itu betul-betul dirancang untuk menyejahterakan mereka, bukan untuk kesejahteraan segelintir orang saja.

Belum lagi urusan penanganan Covid-19 yang semakin tinggi. Sementara dampak ekonomi akibat pandemi ini sudah sangat merisaukan. Atau urusan-urusan lain yang seharusnya dapat dilaksanakan maksimal lewat keberadaan seorang wakil gubernur.

Tapi sudah sangat terlambat untuk meminta pertanggungjawaban partai-partai politik pengusung pasangan Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah pada Pemilihan Kepala Daerah 2017. Dapat dipastikan Aceh tidak akan memiliki wakil gubernur hingga akhir periode pemerintahan ini. 

Pendapat para cerdik pandai di daerah ini, agar partai-partai politik pengusung mencalonkan sosok wakil gubernur, tak pernah dianggap serius. Mungkin fase pemerintahan di Aceh saat ini dapat dijadikan bahan ajar oleh para guru dan dosen kepada siswa dan mahasiswa mereka tentang urgensi menjalankan pemerintahan dengan ilmu pengetahuan.

HUT Pijay

Komentar

Loading...