Unduh Aplikasi

Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Spesialis Jambret di Lhokseumawe

Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Spesialis Jambret di Lhokseumawe
Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang, menghadirkan tersangka MU (23) saat pres rilis di Mapolres setempat, Selasa (28/5) . Foto: Safrizal

LHOKSEUMAWE - Unit Satreskrim Polres Lhokseumawe dalam pengembangan pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) berhasil mengungkapkan sejumlah fakta terbaru dari ersangka MU (23) warga Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, yang sebelumnya diringkus polisi dengan dihadiahi dua peluru panas di kedua betisnya.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Arilasta Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang mengatakan, sesuai fakta perkembangan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) dengan tersangka MU (23) polisi berhasil mendeteksi 10 tempat kejadian pekara curas yang dilakukan tersangka dengan seorang temannya IR (23), yang saat ini masuk dalam daftar DPO.

Baca: Dua Spesialis Jambret di Lhokseumawe Dibekuk Polisi

“Dari keterangan dan fakta terbaru, pelaku tampaknya sudah sangat lihai dan tergolong berani dalam melakukan aksi kejahatan jalanan itu. Menurut keterangan pelaku dirinya sudah melakukan jambret puluhan kali di sejumlah daerah di Aceh,” kata Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang saat pres rilis di Mapolres setempat, Selasa (28/5) siang.

Menurut Indra, dari keterangan tersangka dirinya tidak sendiri dalam melakoni aksi tersebut yang bisa merengut jiwa korban itu. Masih ada beberapa orang teman lainnya yang ikut membantunya saat menjambret.

"Pengakuan tersangka MU, sudah ada 17 lokasi penjambretan di lakukan di beberapa lokasi, namun baru 10 lokasi yang baru terdeteksi," ujarnya.

Saat ini kata Indra, pihaknya sudah mengamankan sejumlah barang bukti seperti, enam unit hanphone android, satu unit sepeda motor CBR 150 R warna hitam dan sejumlah barang lainnya.

"Kit masih terus melakukan pengembangan guna mengendus dan memburu jaringan tersebut. Untuk tersangka MU, di ancam hukuman sembilan tahun penjara atau paling lama 12 tahun penjara," pungkasnya.

Komentar

Loading...