Unduh Aplikasi

PASCA KERUSUHAN RUTAN LHOKSUKON

Polisi Ultimatum Tembak Napi Buron Jika Membahayakan

Polisi Ultimatum Tembak Napi Buron Jika Membahayakan
Dua Napi saat digiring polisi untuk dihadirkan dalam konferensi pers sebagai dalang kerusuhan dan pengrusakan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon di Mapolres, Selasa (25/6). Foto: AJNN.Net/Safrizal.

ACEH UTARA - Polisi Resor Aceh Utara mengultimatum dengan ancaman tembak bagi narapidana (Napi) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Lhoksukon, Aceh Utara yang masih buron, jika mereka membahayakan petugas dan masyarakat.

“Kalau dia melawan saat akan ditangkap dan berpotensi membahayakan petugas dam masyatakat, maka akan dilakukan tindakan tegas dan terukur tembak di tempat,” tegas Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah, Selasa (2/7).

Baca: Rutan Lhoksukon Rusuh, Puluhan Napi Kabur

Dari itu Rezki Kholiddiansyah mengimbau, agar para napi dan tahanan Rutan Lhoksukon yang masih kabur untuk segera menyerahkan diri atas kesadaran sendiri.

“Imbauan kita agar napi yang masih di luar untuk segera menyerahkan diri, jika tidak, maka akan tetap diburu sampai kapan dan dimana pun,” imbuh Rezki.

Dia mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap 39 warga binaan Rutan Lhoksukon yang masih kabur pasca kerusuhan di Rutan setempat pada Minggu 16 Juni 2019.

Rezki menambahkan, pengejaran warga binaan ini dilakukan dengan dua tindakan, pertama persuasif dan kedua represif.

Saat ini polisi telah menetapkan empat tersangka dalang kerusuhan Rutan Lhoksukon, kempat warga binaan tersebut ditangkap bersama dengan 30 napi dan tahanan lainnya dalam waktu dan lokasi berbeda.

“Empat napi tersangka dalang kerusuhan di Rutan Lhoksukon saat ini sedang dilakukan pemberkasan untuk selanjutnya dilimpahkan ke Jaksa,” jelas Rezki.

Dari 73 warga binaan yang kabur, dilaporkan 29 diantaranya telah ditangkap kembali, satu tewas saat berusaha kabur dan empat lainnya menyerahkan diri, selebihnya masih buron alias DPO.

Komentar

Loading...