Unduh Aplikasi

Berupaya membawa Kabur 14 Warga Rohingya BLK Lhokseumawe

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Pelaku Perdagangan Manusia, Satu DPO

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Pelaku Perdagangan Manusia, Satu DPO
Polisi memperlihatkan pelaku dan barang bukti dari berbagai kasus. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE – Polres Lhokseumawe menetapkan tiga pelaku perdagangan manusia. Ketiga pelaku yang diamankan oleh tim gabungan sebagai tersangka pada Jumat (20/11) tersebut berinisial DA (25), ZK (20) dan BS (45).

Selain tiga tersangka tersebut, satu yang diduga sindikat juga telah ditetapkan sebagai DPO yakni berinisial MH.

Untuk diketahui, dua hari lalu tim gabungan berhasil mengamankan 14 Imigran Rohingya yang berupaya kabur dari Balai Latihan Kerja (BLK) Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

“Setelah kita lakukan penyelidikan dan penyidikan dalam kasus ini kita tetapkan tiga tersangka,” kata Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Minggu (22/11).

Didampingi Kasat Reskrim, Iptu Yoga Panji Prasetya, Kapolres menambahkan, modus operandi ketiga tersangka tersebut berbeda-beda, namun tujuannya sama yaitu Imigran Rohingya yang dibawa kabur tersebut itu akan dibawa ke Malaysia.

“DA datang dari Medan, dan disuruh untuk menjemput teman tantenya dengan dibayar upah Rp2 juta jika berhasil membawa dua orang Imigran Rohingya,”  ujar Eko Hartanto.

Sementara ZK, merupakan asli etnis Rohingya yang sudah lama tinggal dan menetap di Medan tepatnya di hotel Pelangi, dia diperintahkan untuk menjemput saudara kawannya dengan iming-iming bayaran dua juta rupiah.

“Sementara BS berasal dari Tanggerang, dia disuruh oleh MH (DPO) yang diduga merupakan sindikan perdagangan manusia, dengan upah dibayar Rp6 juta,” ungkap Kapolres.

Komentar

Loading...