Unduh Aplikasi

Polisi Tangkap Tiga Pelaku Persetubuhan Anak Bawah Umur di Banda Aceh

Polisi Tangkap Tiga Pelaku Persetubuhan Anak Bawah Umur di Banda Aceh
Polisi memperlihatkan barang bukti hasil kejahatan persetubuhan anak. Foto: AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banda Aceh menangkap tiga terduga pelaku persetubuhan terhadap tiga anak di Banda Aceh.

Ketiga pelaku berinisial RS (34) warga Aceh Besar dan RR (20) serta TR (49) warga Banda Aceh. Mereka ditangkap secara terpisah pada akhir September 2020.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha menyebutkan pengungkapan persetubuhan tiga anak berusia delapan tahun itu diketahui setelah salah satu orang tua korban melaporkan kejadian yang menimpa anak perempuannya.

"Saat itu ibu korban ingin mencari asisten rumah tangga. Seseorang merekomendasikan istri pelaku TR, untuk bekerja di rumah korban. Namun, putrinya menolak dan berkata TR jahat. Dari situ orang tuanya curiga," katanya, Selasa (6/10).

Perbuatan yang dilakukan para pelaku ini terjadi pada akhir Februari 2020 sekitar pukul 10.00 WIB, saat itu kedua korban pergi ke warung yang dekat dengan rumah mereka di kawasan Lueng Bata. Namun, warung tersebut tutup.

"Karena warung tutup, mereka pulang dan berjumpa dengan TR. Pelaku memanggil kedua korban dan menarik tangan korban, memaksa masuk kedalam rak jualan gorengan," sebut M Ryan.

Saat kedua korban masuk ke rak gorengan, kata M Ryan, di dalam tak tersebut sudah ada seorang anak perempuan dalam kondisi terikat. Pelaku juga mengancam korban dengan sebilah parang.

"Korban ini disembunyikan di dalam rak, pelaku TR menghubungi RS dan RR. Sekitar pukul 16.00 WIB, ketiga anak tersebut dibawa ke semak-semak di belakang warung mereka dan terjadi pelecehan seksual hingga persetubuhan," ujarnya.

Dari tiga korban itu, kata M Ryan, satu diantaranya belum diketahui identitasnya dan saat ini penyidik masih melakukan penyelidikan.

"Anak yang dalam kondisi terikat di dalam rak gorengan belum kami ketahui identitasnya. Ini masih kami lakukan penyelidikan," kata M Ryan didampingi Kanit PPA, Ipda Puti Rahmadiani. 

Ketiga pelaku ini, lanjut M Ryan, sebelumnya pernah melakukan perbuatan kriminal dan mereka pernah menjalani hukuman.

"Pelaku TR pernah terlibat dalam kasus narkoba dan pelecehan terhadap dua orang anak laki-laki. Sedangkan RR serta RS pernah terlibat kasus pencurian. RR tidak diproses hukum karena telah berdamai dengan korban," ujarnya.

Ketiga pelaku saat ini diamankan di Mapolresta, mereka diancam dengan Undang-undang perlindungan anak dengan ancaman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara. 

Komentar

Loading...