Unduh Aplikasi

Polisi Tangkap Tersangka Penyebar Fitnah "Plt Gubernur Aceh Antek PKI"

Polisi Tangkap Tersangka Penyebar Fitnah "Plt Gubernur Aceh Antek PKI"
Kapolres Pidie Jaya, AKBP Musbagh Ni'am memperlihatkan tersangka penyebar ujaran kebencian terhadap Plt Gubernur. Foto: AJNN/Muksal

PIDIE JAYA - Kepolisi Resort (Polres) Pidie Jaya menangkap RA bin Ibrahim tersangka penyebar ujaran kebencian terhadap Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Kapolres Pidie Jaya, AKBP Musbagh Ni'am dalam konferensi pers di Mapolres setempat, Rabu (17/6) malam mengatakan, RA adalah pemilik akun facebook Abu Malaya yang menyebarkan ujaran kebencian dan mengandung unsur sara.

"Terduga pelaku ini telah mengunggah satu konten pada 7 Juni 2020 yang isinya menuduh Plt Gubernur Aceh terlibat dalam organisasi terlarang (PKI). Kami lakukan penyelidikan akun dengan nama Abu Malaya, kami mendapatkan kalau akun tersebut dikendalikan oleh ini (RA)," kata AKBP Musbagh.

Baca: Pelapor Minta Pemilik Akun Penyebar Fitnah "Plt Gubernur Aceh Antek PKI" Minta Maaf

Kapolres Pidie Jaya menjelaskan, AR yang berdomisili di Pidie Jaya ditangkap Satreskrim Polres Pidie Jaya di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.

Sebelumnya, tersangka baru pulang dari Malaysia kemudian di Pidie Jaya ia mengunggah ujaran kebencian yang mengandung unsur sara terhadap Plt Gubernur Aceh.

Ujaran kebencian melalui media sosial itu RA lakukan dalam bentuk narasi dan gambar.

"Setelah melakukan pidana tersebut, dia (RA) melarikan diri dan berhasil ditangkap di Meulaboh," sebutnya.

RA disangka pasal 28 ayat 2 Jo 45 a undang-undang ITE, dengan ancaman 5 tahun penjara.

"RA membuat konten sendiri, dia tidak membagikan punya orang, tapi dia langsung mengunggah produk dia sendiri. Apakah RA terkait jaringan tertentu, kami akan dalami," jelasnya.

Kapolres menegaskan, organisasi yang disebutkan oleh RA adalah organisasi yang sudah jelas-jelas dilarang di Indonesia sejak tahun 1965. Organisasi yang dimaksud Kapolres Pidie Jaya adalah Partai Komunis Indonisia (PKI).

"Itu adalah ormas terlarang yang sudah dibumi hanguskan di Indonesia. Artinya tidak ada lagi kaitanya dengan PKI di Indonesia. Sehingga siapapun yang menuduh orang terkait PKI kami akan melakukan penindakan secara prosedural, profesional, tanpa ada kepentingan apapun selain penegakan hukum," tegas AKBP Musbagh Ni'am.

Komentar

Loading...