Unduh Aplikasi

Polisi Tangkap Satu Keluarga Penganiaya Ibu Hamil

ACEH TIMUR - Polisi Sektor Banda Alam, Aceh Timur, Kamis (8/10) kemarin berhasil menangkap satu keluarga pelaku penganiayaan terhadap ibu hamil sehingga mengalami keguguran.

Kapolsek Banda Alam, Erwin Tanjung, mengatakan, sebanyak tiga orang pelaku yang terdiri dari ibu dan anak itu berhasil diamankan pada Kamis kemarin sekira pukul 16:00 Wib sore di rumah pelaku. (Baca juga: Di Aceh Timur, Ibu Hamil Dianiaya Hingga Kritis dan Keguguran.)

"Ibu hamil bernama Lamiah (34) warga Desa Panton Rayeuk, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur pada hari senin 5 Oktober 2015 dianiaya oleh tiga pelaku yang merupakan satu keluarga hingga mengalami keguguran," kata Erwin.

Ketiga pelaku penganiayaan ibu hamil tersebut yakni Nuraini (50), Ainul Mardiyah (26) dan IR (14) warga Desa Panton Rayeuk, Kecamatan Banda Alam.

Saat ini polisi baru melakukan penahanan terhadap Nuraini sedangkan Ainul Mardiyah untuk sementara tidak diahan karena masih menyusui anaknya yang berusia sembilan bulan.

Sedangkan IR tidak ditahan karena masih di bawah umur. Meski demikian, mereka tetap dikenakan wajib lapor sampai berkas kasus tersebut dilimpahkan ke pengadilan.

Menurutnya, selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu bilah parang dan satu batang tebu yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban.

Sebagaimana diberitakan media ini pada Selasa (6/10), seorang wanita hamil, warga  Desa Panton Rayeuk, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur dianiaya oleh satu keluarga hingga kritis dan mengalami keguguran.

Penganiayaan itu terjadi pada Senin (5/10) saat perangkat Gampong Panton Rayeuk sedang mengupayakan perdamaian antara korban dengan Misni (45) warga setempat yang sebelumnya terlibat perselisihan.

Namun upaya perdamaian yang dilakukan di Meunasah desa setempat tidak membuahkan hasil sampai akhirnya rapat tersebut bubar dengan sendirinya.

Pada saat korban hendak meninggalkan Meunasah, tiba-tiba salah satu anak dari Misni yang sering dipanggil Ateng memukul kepala korban dengan batu. Setelah korban terjatuh, Misni bersama dua anaknya yang lain ikut menghajar korban hingga mengalami pendarahan dan keguguran.

| ASRUL

Komentar

Loading...