Unduh Aplikasi

Polisi Tangkap Komplotan Spesialis Rumah Kosong di Aceh Barat

Polisi Tangkap Komplotan Spesialis Rumah Kosong di Aceh Barat
Polisi memperlihatkan barang bukti dan tersangka komplotan rumah kosong di Meulaboh. Foto: AJNN.Net/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat mengamankan empat pelaku spesialis perampokan atau pencurian rumah kosong yang selama ini kerap melakukan aksinya di kabupaten setempat. Dari empat pelaku yang ditangkap, satu diantaranya masih tercatat sebagai mahasiswa.

Empat pelaku yang diamakan tersebut diantaranya yakni SD (34), warga Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, S (20), warga Cot Amuen, Kecamatan Samatiga. S tercatat sebagai salah seorang mahasiswa, WAS (20), warga Ujong Kalak, Johan Pahlawan, dan DS (21), warga Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan.

Kepala Polres Aceh Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Raden Bobby Aria Prakasa mengatakan dari empat pelaku yang ditangkap, selama ini mereka beraksi dengan kelompok berbeda.

"Mereka ini berbeda kelompok. Ada dua lagi yang saat ini masih DPO (Daftar Pencarian Orang-red) yaitu A (20), dan D (29). Selama ini mereka kerap mengintai keberadaan pemilik rumah, jika kosong maka mereka langsung membongkar dan menguras barang-barang di rumah," kata Kapolres.

Selain dari aksi perampokan rumah kosong, kata dia, diantara empat pelaku tersebut ada juga yang melakukan kejahatan sistem begal. Bahkan dari kasus yang dilakukan empat tersangka itu, ada sepuluh laporan dari korban yang diadukan baik Ke Polres maupun Polsek.

"Dan atas laporan itu kami melakukan pengembangan hingga berhasil menciduk keempat pelaku ini," ujarnya.

Dari tangan para pelaku, kata Bobby, pihaknya mengamankan satu unit Sepeda Motor bermerek aviator warna hitam orange, satu unit tabung gas elpiji 3 kilogram, empat unit sepeda, tiga unit televisi, satu unit vacum cleaner, peralatan mesin perabotan, satu init receiver parabola, satu unit telepon genggam jenis smarphone, dan uang tunai Rp 800.

"Empat pelaku ini ditangkap di dua tempat, kerugian akibat kejahatan mereka mencapai Rp 46 juta lebih. MKereka terancam sembilan tahun penjara, sesuai pasal 363 KUHP," ujar Bobby.

Komentar

Loading...