Unduh Aplikasi

Polisi Tangkap Enam Pengedar Sabu Jaringan Internasional di Lhokseumawe

Polisi Tangkap Enam Pengedar Sabu Jaringan Internasional di Lhokseumawe
Polisi memperlihatkan tersangka dan barang bukti. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE - Satuan Reserse Narkoba Polres Lhokseumawe, berhasil mengungkapkan kasus narkoba jenis sabu-sabu jaringan internasional Malaysia-Aceh. Selain membekuk enam tersangka, pihaknya juga mengamankan barang bukti seberat satu kilogram sabu-sabu yang dibungkus dengan kertas teh China.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Waka Polres Kompol Ahzan mengatakan, keenam tersangka tersebut berinisial SY (49), F (34), FR (37), MJ (39), MN (35) dan AI (39).

“Berawal dari informasi warga yang menyebutkan kalau di wilayah Ujong Blang, Lhokseumawe ada seseorang yang memiliki sabu-sabu seberat dua kilogram,” katanya didampingi Kasat Narkoba Iptu Ferdian Chandra, saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Selasa (17/3).

Dikatakan Ahzan, kemudian tim kesana untuk mengecek terkait kebenaran informasi itu, disana tim bertemu dengan dua orang tersangka, SY dan F, keduanya langsung diamankan untuk dilakukan introgasi di Mapolres Lhokseumawe.

“Di dalam perjalan ke Polres, kedua tersangka ditelepon oleh temannya, dan ditanyakan apakah uang sudah ditransfer Rp600 juta, kemudian tersangka mengatakan sudah,” ujarnya.

Sambungnya, lalu pihaknya melakukan pengembangan dari hasil percakapan itu. Dengan mendatangi sejumlah lokasi yakni di depan BNI Lhokseumawe, Perumahan Paloh Lada, Dewantara, Buloh Blang Ara, dan Kota Medan.

“Barang bukti satu kilogram ini kami amankan di kawasan Buloh Blang Ara. Mereka merupakan jaringan internasional. Bandar besarnya ada di Malaysia dan berhubungan dengan salah satu pengendali yang masih berapada di Lapas Palembang, Sumatera Selatan,” ungkapnya.

Sambungnya, tersangka sendiri baru mendapatkan satu kilogram karena baru mentransfer Rp200 juta. Dari harga kesepakatan Rp600 juta. Akan tetapi pihaknya akan terus melakukan pengembangan.

“Jadi bandar Malaysia sudah punya kurir di Lhokseumawe, untuk barang itu dihantar ke Nisam Antara. Informasi yang masuk dua kilo dan baru diungkapkan satu kilo, namun satu kilo lagi akan segera kita ungkapkan,” jelasnya.

Lanjut Ahzan, untuk pekerjaan keenamnya berbeda-beda, ada yang menyiapkan buku rekening, ada yang menelfon hanya bilang uangnya sudah masuk.

Komentar

Loading...