Unduh Aplikasi

Polisi Tahan Tersangka Kasus Raskin di Aceh Timur

Polisi Tahan Tersangka Kasus Raskin di Aceh Timur
Raskin, Foto : Detik
ACEH TIMUR - Polisi Resor Aceh Timur akhirnya menahan Nurmala tersangka kasus raibnya 70 ton beras miskin (raskin) tahun 2014 untuk 22 Desa di Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur.

Kapolres Aceh Timur AKBP Hendri Budiman, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Budhi Nasuha Waruwu SH, Kamis (22/10) menyebutkan, penahanan tersangka peraib raskin guna kepentingan penyelidikan, Nurmala yang merupakan petugas penyalur raskin Kecamatan Pantee Bidari akan ditahan selama 20 hari ke depan, mulai tanggal 21 Oktober 2015.

Lanjut Budi Nasuha, pihaknya juga sudah meminta keterangan saksi ahli dari Badan Pengawas Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Aceh untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka.

Menurut Kasat Reskrim, kasus tersebut mulai diusut sejak bulan Maret tahun ini sedangkan Nurmala ditetapkan sebagai tersangka baru pada bulan Juni 2015. Hasil audit BPKP, kerugian negara akibat perbuatan Nurmala mencapai 101.850 Kg beras, jika dijumlahkan dengan uang maka setara dengan Rp. 656.697.000.

"Dari hasil audit BPKP tersebut bisa menjadi alat bukti saksi ahli bahwa perbuatan Nurmala telah memenuhi unsur tindak pidana korupsi" jelas Kasat Reskrim.

Sesuai Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 junto Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi, pasal 2 (dua) dan 3 (tiga) tersangka akan terkena ancaman penjara kurungan maksimal 20 tahun.

Sebelumnya, tambah Budi. sekitar 70 ton lebih Raskin jatah 22 Desa tahun 2014 di Kecamatan Pantee Bidari raib. Padahal beras itu telah ditebus dari Bulog oleh petugas kecamatan yaitu Nurmala, yang juga Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di Kecamatan itu.

Akibatnya, para Geuchik di 22 Desa itu sudah tak tahan lagi, karena setiap hari didatangi warga mempertanyakan raskin 2-5 bulan jatah tahun 2014 yang belum disalurkan.

Seperti dilaporkan Camat Pante Bidari M Nasir, jumlah warga penerima raskin dari 22 desa yang ada di kecamatan itu adalah 1.815 Kepala Keluarga (KK). Terbongkarnya raskin jatah tahun 2014 yang tak disalurkan itu, ketika banjir melanda Aceh Timur pada Desember 2014 lalu.

Berdasarkan laporan masyarakat, Camat Nasir langsung mempertanyakan pada penyalur raskin kecamatan yaitu Nurmala, tetapi jawaban yang diperoleh berbelit-belit. Merasa ada keanehan, Camat Pantee Bidari langsung memerintahkan Sekretaris Camat (Sekcam) dan Kasi Kesra bersama Nurmala untuk menanyakan hal itu ke Bulog.

"Saat ditanya ke Bulog Nurmala tak bisa berkutik lagi, setelah Bulog menunjukkan bukti penyaluran raskin tersebut" jelas Kasat Reskrim mengutip laporan Camat M. Nasir.

Selanjutnya Camat Pantee Bidari melaporkan permasalahan itu kepada Bupati Aceh Timur. Pemkab Aceh Timur kemudian menurunkan tim untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Di hadapan tim Pemkab Aceh Timur, Nurmala berjanji akan membayar atau menyicil penyaluran raskin tersebut dan tertuang dalam surat pernyataan tertanggal 23 Januari 2015 yang berisikan kesanggupan Nurmala berjanji akan menggantikan secara bertahap raskin tersebut. Tahap pertama yaitu dalam jangka 2 bulan akan digantikan sebanyak 20 ton, dan tahap selanjutnya dalam jangka 6 bulan akan digantikan 55,225 ton, dari total raskin yang digelapkan 70 ton lebih.

"Tapi setelah sampai pada waktu yang disepakati Nurmala tidak kunjung memenuhi janjinya, hingga akhirnya kasus ini bergulir ke ranah hukum," tambah AKP Budhi Nasuha Waruwu SH.

|ASRUL

Komentar

Loading...