Unduh Aplikasi

Polisi Segel Tiga Bangunan Penyimpanan Limbah Rumah Sakit di Aceh Barat

Polisi Segel Tiga Bangunan Penyimpanan Limbah Rumah Sakit di Aceh Barat
Polisi menyegel bangunan penyimpanan limbah Rumah Sakit Harapan Sehat. Foto: Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat menyegel tiga bangunan pengelolaan limbah rumah sakit yang ada di kabupaten setempat. Tiga bangunan penyimpanan limbah rumah sakit yang disegel polisi yakni Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Meulaboh, Rumah Sakit Swasta Harapan Sehat, dan Rumah Sakit Swasta Montela.

Kepala Polres Aceh Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Raden Bobby Aria Prakasa SIK melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal Inspektur Polisi Satu Muhammad Isral SIK mengatakan penyegelan ketiga bangunan penyimpanan limbah rumah sakit tersebut dilakukan sejak Jumat (3/8).

“Kami segel setelah dilakukan penyidikan atas bangunan pengelolaan limbah rumah sakit,” kata Isral, Kamis (9/8).

Isral menjelaskan penyegelan dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat lantaran bangunan penyimpanan limbah rumah sakit tersebut berada di lingkungan penduduk, apalagi limbah rumah sakit sangat berbahaya.

Hingga saat ini, pihaknya terus melakukan penyelidikan terkait bangunan pengelolaan limbah tersebut untuk memastikan apakah ada tindak pidana dalam pengelolaan limbah yang berasal dari obat-obatan dan peralatan medis.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum Rumah Sakit Harapan Sehat, Toni Ronaldi mengaku tidak mengetahui terkait keamanan terhadap masyarakat atas keberadaan bangunan pengelolaan limbah.

Dia juga menjelaskan bangunan tersebut selama ini hanya sebagai tempat penyimpanan sementara, sebelum rekanan rumah sakit tersebut mengambil limbah padat untuk dimusnahkan di tempat lain.

“Kalau untuk limbah cairnya kami sudah layak dan sudah ada Instalasi Pengelola Limbah (Ipal), bahkan izinnya juga sudah ada. Cuma untuk limbah padat untuk bangunan penyimpanannya belum ada izin,” ungkap Toni.

Toni menjelaskan keberadaan tempat pengelolaan limbah rumah sakit itu sudah ada sejak tahun 2015. Menurutnya Dinas Lingkunan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Kesehatan dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh Barat sudah melihat lokasi tersebut.

Dari hasil peninjauan tiga dinas itu, kata dia, memang untuk bangunan pengelolaan limbah tersebut tidak layak, sehingga belum memiliki izin.

“Nanti kami urus izin, setelah itu baru kami dirikan bangunan yang layak. Untuk tempatnya nanti kami lihat dimana, kalau memang boleh disini nanti kami konfirmasi dengan masyarakat sekitar sini,” ujarnya.

Aceh UMKM Expo 2019
Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Aceh Barat
iPustakaAceh

Komentar

Loading...