Unduh Aplikasi

Polisi: Sabu dalam Mobil akan Diedar ke Lapas Kualasimpang

Polisi: Sabu dalam Mobil akan Diedar ke Lapas Kualasimpang
Petugas memperlihatkan seorang wanita beserta barang bukti sabu yang ditinggal dalam mobil. Foto: Ist

LANGSA - Kasus temuan narkotika jenis sabu seberat 25 gram lebih, yang ditinggal Sulaiman (pengemudi) di mobil Avanza, di pinggir jalan Medan-Banda Aceh tepatnya di Gampong Alur Dua, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Senin kemarin (9/3), kini telah ditangani Sat Resnarkoba Polres Langsa.

Kapolres Langsa AKBP Giyarto melalui Kasat Narkoba Iptu Wijaya Yudi Stira Putra yang dikonfirmasi AJNN, Selasa (10/3) menyebutkan narkoba yang ditemukan di dalam mobil itu mau diantar ke salah seorang napi untuk diedarkan di Lapas Kelas II Kualasimpang, Aceh Tamiang.

Hal tersebut, kata Iptu Yudi, diketahui dari pengakuan Tri Lestari (25), perempuan yang ditinggal di dalam mobil oleh suaminya bernama Sulaiman yang kabur saat kepergok razia.

Menurut pengakuan Tri Lestari (saksi), sabu yang ditemukan dalam bungkusan ikan pepes tersebut adalah titipan dari Badriah (36) warga Dusun Paya Tualang, Gampong Buket Pala, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, kepada suaminya untuk disuruh antar ke Lapas Kelas II B Kualasimpang.

"Tri Lestari mengaku tidak mengetahui bahwa di dalam makanan yang mereka antar tersebut berisi narkoba. Dia hanya mengaku bahwa makanan tersebut dititip oleh Badriah untuk suaminya di Lapas Kualasimpang," kata Yudi kepada AJNN, Selasa (10/3).

Mendapat pengakuan tersebut, kata Iptu Yudi, pihaknya dari Sat Resnarkoba langsung melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka Badriah di rumahnya.

Baca: Kabur Terjaring Razia, Warga Aceh Timur Tinggalkan Istri dan Sabu di Mobil

Kepada petugas, tersangka Badriah mengaku bahwa telah menyerahkan sabu kepada Sulaiman, pengemudi mobil yang melarikan diri, untuk diantar kepada suaminya Muhammad Nur, berstatus napi di Lapas Kelas II Kualasimpang.

Tersangka Badriah juga mengaku bahwa Tri Lestari tidak tahu ada sabu di dalam bungkusan ikan pepes, yang tahu hanya Sulaiman, suaminya Tri Lestari. Sementara Tri hanya ikut suaminya di dalam mobil.

"Setelah mengamankan tersangka Badriah, kami melakukan pengembangan ke Lapas Kelas II B Kualasimpang, untuk menangkap Muhammad Nur," tuturnya.

Hasil interogasi, kata Yudi, Muhammad Nur mengaku bahwa Badriah adalah istrinya dan ia juga mengaku telah meminta dikirim sabu ke Lapas untuk dijual di Lapas. Sabu tersebut diperoleh dari teman M. Nur.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka Badriah saat ini telah diamankan di Polres Langsa guna proses hukum lebih lanjut. Sementara Tri Lestari tidak ditahan, karena dia tidak tahu menahu tentang sabu tersebut.

"Kalau nantinya Sulaiman yang kini telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) tertangkap, lalu mengaku bahwa Tri Lestari (istrinya) mengetahui tentang sabu tersebut, maka Tri akan ikut diproses hukum," ujar Kasat.

Iptu Yudi mengaku akan menyurati Kalapas Kelas II B Kualasimpang untuk meminta napi atas nama M. Nur dipindah ke Lapas Kelas II B Langsa agar proses penyidikan kasus tersebut lebih mudah dilakukan pihaknya.

Komentar

Loading...