Unduh Aplikasi

Polisi rekontruksi kasus penemuan bayi di Abdya

Polisi rekontruksi kasus penemuan bayi di Abdya
Penemuan bayi, Saksi memerankan adegan penemuan bayi
ACEH BARAT DAYA - Kepolisian Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan reka ulang terhadap kasus penemuan bayi dalam parit pada 17 Agustus 2014. Polisi telah satu tersangka bernisisial RS.

Baca: Penemuan bayi, Polres Abdya tunggul hasil visum dan Warga Abdya temukan bayi di dalam parit

"Kegiatan reka ulang atau rekontruksi ini dengan tujuan supaya kasus tersebut jelas dan mudah dilakukan proses ketika dijatuhkan hukuman kepada tersangka," Kapolres Abdya melalui Kasat Reskrim, Ipda Sunardi kepada AJNN yang ditemukan disela-sela rekontruksi, Kamis (16/10).

Setelah rela ulang akan dilakukan proses lebih mendalam. Jelasnya reka ulang tersebut lebih untuk mengetahui secara detail proses pembuangan bayi, jadi tidak ada sangkut paut dengan perbuatan zina seperti yang curigai warga.

Sunardi menjelaskan, sesuai dengan ketentuan Pasal 80 ayat 1 ayat 3 dan ayat 4 UU Nomor 23 tahun 2003 tentang Perlindungan Anak, pada pasal 41 tentang KUHP bagi pelaku ancaman 10 tahun penjara.

Sementara itu, pada saat proses reka ulang, RS (tersangka) menyebutkan, jasad bayi yang ditemukan itu bukan sengaja dibuang, tetapi jatuh pada saat ia membuang air besar di parit yang ada di depan rumahnya.

“Saat banyinya jatuh saya tidak merasakan apa-apa, sebab tujuan saya bukan untuk membuang bayi tapi buang air besar,”ungkapnya.

Dikatakan RS, sebelum bayi tersebut keluar dari rahim, RS tidak merasakan hamil atau perut gembung. “Namun tiba-tiba saya sakit perut lalu saya langsung pergi ke parit depan rumah untuk buang air besar, tiba-tiba terasa kedinginan dipaha, pas saya lihat ternyata darah sudah merembes,” ujarnya.

Amatan AJNN, pada saat acara rekontruksi berlangsung RS langsung memperagakan proses dari awai sakit perut hingga keluar bayi, selanjutnya diperagakan proses penemuan jasad bayi tersebut oleh seorang yang menemukannya. Dari rumah tersangka menuju tempat penemuan jasat bayi dengan jarak 270 meter.

Rekontruksi yang dilakukan Polres setempat bekerja sama dengan Kejari Blangpidie dan melibatkan Kechik Gampong Pawoh, tokoh masyarakat, sementara sebagai saksi dilibatkan kedua orang tersangka beserta adik kandungnya. Acara reka ulang tersebut dimulai pukul Acara 09. 51 Wib hingga pukul 11.00 Wib,

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, penemuan seorang bayi yang sudah meninggal dunia itu ditemukan warga setempat Isra (40) yang sedang bekerja membersihkan parit di sawah yang ia keloka, di Gampong Pawoh Kecamatan Susoh Kabupaten setempat pada Sabtu (16/8) lalu.

RAHMAT RT

Komentar

Loading...