Unduh Aplikasi

Polisi Periksa Selebgram Herlin Kenza, Total Sudah Delapan Saksi Diperiksa

Polisi Periksa Selebgram Herlin Kenza, Total Sudah Delapan Saksi Diperiksa
Selebgram Herlin Kenza, usai diperiksa di Mapolres Lhokseumawe. Foto: Ist.

LHOKSEUMAWE - Penyidik Polres Lhokseumawe sudah melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang saksi terkait kerumunan yang timbul di toko grosir saat kedatangan selebgram Aceh Herlin Kenza.

“Sudah delapan saksi kita periksa, termasuk pemilik toko, warga sekitar dan HK sendiri,” kata Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto melalui Kasat Reskrim, AKP Yoga Panji Prasetya, Rabu (22/7).

Yoga menambahkan, semua orang yang diperiksa tersebut masih sebagai saksi, sembari mengumpulkan sejumlah alat bukti, kemudian dilakukan gelar perkara.

“Minggu depan akan ada hasil, siapa bersalah akan dirilis oleh atasan,” tuturnya.

Informasi yang dihimpun, hingga hari ini toko yang berada di jalan Pasar Inpres Lhokseumawe tersebut masih ditutup. Belum ada konfirmasi lebih lanjut terkait pencabutan hak izin. Diduga toko tersebut tutup karena masih dalam rangka libur lebaran.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy mengatakan pemanggilan Herlin Kenza itu dianggap telah melanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro saat kedatangannya di salah satu toko.

Baca: Polisi Segera Periksa Selebgram Herlin Kenza Terkait Kerumunan di Lhokseumawe

Video kedatangan ke salah satu toko di kota Lhokseumawe terlihat Herlin Kenza turun dari mobil dengan karpet merah langsung disambut warga. Video tersebut diposting di akun Tiktok pribadinya.

"Video kerumunan yang disebabkan oleh kedatangan Herlin Kenza tersebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, apalagi di saat sedang dilakukan pemberlakuan PPKM," kata Kombes Pol Winardy, Selasa (20/7).

Sebut Winardy, Polres Lhokseumawe sudah memanggil pemilik toko grosir Wulan Kokula beserta beberapa saksi lainnya untuk dimintai keterangan.

Pihak Polres Lhoksemawe juga akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 terkait kerumunan yang disebabkan selebgram asal Aceh tersebut.

"Pemilik toko dapat dikenakan Pasal 93 undang-undang Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2018 Jo pasal 55 KUHP tentang Kekarantinaan Kesehatan. Kasus ini dipastikan akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ungkap Kombes Pol Winardy.

Komentar

Loading...