Unduh Aplikasi

Polisi Masih Selidiki Pelanggan Prostitusi Online di Banda Aceh

Polisi Masih Selidiki Pelanggan Prostitusi Online di Banda Aceh
Para perempuan beserta mucikari alias germo di Banda Aceh. Foto: Ist

BANDA ACEH - Penyidik kepolisian Resort Kota Banda Aceh masih mendalami kasus perdagangan manusia dengan bermodus prostitusi online yang berhasil diungkap oleh tim unit Perlindugan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim yang melibatkan dua orang mucikari.

Kapolresta Banda Aceh Kombes T.Saladin mengatakan penyidik PPA sedang melakukan pengembangan dan penelusuran terhadap kemungkinan adanya jaringan lainnya terkait bisnis prostitusi tersebut.

"Kita masih lakukan penyelidikan kasus ini, begitu juga siapa para pelanggan yang sering memesan ke mucikari, apakah dari kalangan pejabat, pengusaha, mahasiswa, ini masih kita selidiki," katanya, Senin (23/10).

Dikatakannya, enam wanita yang menjadi korban prostitusi tersebut bukan dari kalangan mahasiswa atau pelajar, mereka ada yang bekerja di perusahan swasta dan pengangguran.

"Mereka (PSK) ini rata-rata dari Aceh dan sebagian dari luar Aceh," kata Kapolresta.

Untuk melakukan bisnis prostitusi itu, sang mucikari memasang foto wanita yang dijadikan PSK di akun media sosialnya Instagram. Setelah ada pelanggan yang berminat langsung melakukan negosiasi harga ke mucikari dengan tarif bervariasi.

"Harganya tergantung dari wanitanya, ada yang dipasang tarif oleh mucikari seharga Rp 800 ribu, Rp 1 juta dan yang tertinggi Rp 1,5 juta setiap sekali kencan," katanya.

Dalam melakukan bisnis itu, AI yang telah diamankan pihak kepolisian tidak sendirian, ia dibantu oleh rekannya berinisial N (DPO) yang bertugas memasang foto-foto wanita yang dijadikan PSK.

"Dari penangkapan itu, pelaku baru menjual enam wanita kepada pria hidung belang untuk dikencani dan masih kita dalami apakah ada wanita lainya yang dijadikan jasa Pekerja Seks Komersial.

Bisnis prostitusi online ini, kata Kombes T.Saladin sudah dilakoninya sejak dua tahun terakhir. Saat itu pelaku juga dikenalkan oleh seorang wanita yang juga berprofesi mucikari.

"Pelaku mendapatkan wanita yang dijadikan PSK itu dari seorang wanita atau yang biasa disebut mami, dari itulah dia mulai menjalankan bisnis esek-esek itu," ungkap Kapolresta Banda Aceh, Kombes T.Saladin

Komentar

Loading...