Unduh Aplikasi

Polisi Kembali Bekuk Pengangkut Kayu Ilegal di Lamno

Polisi Kembali Bekuk Pengangkut Kayu Ilegal di Lamno
Mobil Mitshubishi Colt pengangkut kayu olahan illegal yang diamankan petugas. Foto: Ist

ACEH JAYA - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Aceh Jaya kembali mengamankan satu orang diduga pelaku tindak pidana pengangkutan olahan kayu ilegal di Desa Meutara, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya.

Pelaku diamankan pada Kamis (27/2), lalu beserta barang bukti berupa satu unit mobil Mitshubishi Colt warna abu-abu, bak hitam dengan isi kayu olahan dengan jumlah keseluruhan sebanyak  ±3 m³.

Kapolres Aceh Jaya, AKBP Harlan Amir melalui Kasat Reskrim Polres Aceh Jaya Iptu Bima Nugraha Putra kepada AJNN, Selasa (3/3) membenarkan jika pihaknya menangkap seorang pelaku tindak pidana pengangkutan olahan ilegal tanpa melengkapi dokumen yang sah (illegal logging) di Desa Meutara, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya pada Kamis (27/2) lalu.

"Benar adanya, kami tangkap waktu itu sekitar pukul 19.00 WIB di Desa Meutara," kata Iptu Bima.

Ia menjelaskan jika penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat dan hasil pengembangan pihaknya. Atas laporan tersebut anggota Sat Reskrim Polres Aceh Jaya langsung mendatangi TKP dan melakukan pengecekan ke Desa Meutara.

Baca: Polres Aceh Jaya Amankan 4 Terduga Pelaku Ilegal Logging

Saat tiba di tempat kejadian, personil melihat mobil yang tengah melintas membawa diduga kayu illegal. Kemudian personil memberhentikan mobil tersebut dan menanyakan kelengkapan surat - surat, namun tidak dapat menunjukkannya kepada petugas.

Alhasil, pihaknya langsung mengamankan satu orang pelaku dan Mobil Mitshubishi Colt yang berisikan kayu olahan illegal ±3 m³.

Adapun diduga pelaku tindak pidana pengangkutan olahan kayu ilegal yang diamankan itu atas nama Dihusen (54), pekerjaan sopir, warga Dessa Mukhan, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Aceh Jaya.

"Saat ini tersangka bersama barang bukti sudah diamankan di Mapolres Aceh Jaya guna untuk proses pengembangan lebih lanjut," pungkas Iptu Bima.

Komentar

Loading...